Table Of ContentUPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN
MELALUI METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK (SAS)
PADA BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 1
SD NEGERI 02 KUNDURAN KECAMATAN KUNDURAN
KABUPATEN BLORA TAHUN PELAJARAN 2010/2011
PUBLIKASI ILMIAH
Untuk memenuhi sebagian persyaratan
Guna mencapai derajat
Sarjana S-1
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
RUSDIYANTO
A 510081013
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2014
1
2
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN
MELALUI METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK (SAS)
PADA BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 1
SD NEGERI 02 KUNDURAN KECAMATAN KUNDURAN
KABUPATEN BLORA TAHUN PELAJARAN 2010/2011
RUSDIYANTO
A 510081013
Abstrak
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat memnyelaesaikan skripsi ini dengan judul
“Upaya Meningkatkan Membaca Permulaan melalui Metode Struktural Analitik
Sintetik (SAS) pada Bidang Studi Bahasa Indonesia Siswa Kelas 1 SD Negeri 02
Kunduran Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora Tahun Pelajaran
2010/2011.”Tujuan penelitian, mengetahui peningkatan ketrampilan membaca
permulaan pada siswa kelas 1 SD Negeri 02 Kunduran kecamatan Kunduran
Kabupaten Blora Tahun Ajaran 2010/2011 dengan menggunakan metode
Struktural Analitik Sintetik (SAS). Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan
Kelas dengan menggunakan model siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada kondisi awal, nilai rerata keterampilan membaca siswa 49,87 dengan
tingkat ketuntasan klasikal 0 %. Pada siklus I, nilai rerata keterampilan membaca
siswa 61,07 dengan tingkat ketuntasan klasikal 41,67 %. Pada siklus II, nilai
rerata siswa 70,83 dengan tingkat ketuntasan secara klasikal 87,50 %. Pada
siklus III, nilai rerata keterampilan membaca 82,03 dengan tingkat ketuntasan
klasikal 100 %. Dari keseluruhan siklus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa guru telah mampu meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa
Kelas I SDN 02 Kunduran Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora dengan
menggunakan metode stuktural analitik sintatik. Setiap siklus selalu membawa
dampak yang positif ke arah peningkatan perkembangan kemampuan membaca
permulaan siswa Kelas I SDN 02 Kunduran Kecamatan Kunduran Kabupaten
Blora tahun 2010/2011.
Kata Kunci: Metode SAS, Pembelajaran Membaca Permulaan.
3
A. Pendahuluan
Membaca sebagai bahan pembela.jaran berbicara, dapat dilaksanakan
dengan cara bertumpu pada bahan bacaan sederhana, kemudian siswa diminta
untuk menceritakan kembali isi bacaan tersebut. Pada tahap awal, sebelum siswa
dapat membaca, hal itu dapat dilakukan oleh guru dan siswa, menyimak,
kemudian siswa disuruh untuk menyatakan kembali isi bacaan tersebut sesuai
dengan hasil penyimakan mereka. Agar dapat menumbuhkan keterampilan
berbahasa anak khusus keterampilan membaca diusia anak kelas I pada jenjang
pendidikan dasar diperlukan metode pembelajaran bahasa secara khusus. Salah
satu metode pembelajaran bahasa lndonesia yang dapat dikembangkan untuk
meningkatkan keterampilan membaca pada anak sekolah dasar adalah metode
SAS (Struktural Analitik Sintetik). Struktural bahasa terdiri atas kalimat. Analitik
berarti memisahkan, menceraikan, membagi, menguraikan, membongkar dan lain-
lain. Sintetik berarti menyatukan, menggabungkan, merangkai, menyusun. Setelah
kita mengenal struktur, mengenal bagian secara analitik, selanjutnya kita sintesis
untuk kembali mengenal struktur. Jadi usaha secara sintetik berarti kembali
mengenal bentuk struktur. Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dalam
pembelajaran bahasan menekankan sekali hal-hal yang fungsional.
Karena data yang akan diperoleh/dikumpulkan berupa data yang langsung
tercatat dari kegiatan dilapangan maka bentuk pendekatan yang dipergunakan dalam
penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan jenis penelitiannya adalah Penelitian
Tindakan Kelas (PTK). Adapun tujuan dari penelitian ini, secara umum, untuk
mengetahui penggunaan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dapat meningkatkan
keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas I SD. Secara khusus, untuk
mengetahui penggunaan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dapat meningkatkan
keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas I SD Negeri 02 Kunduran,
Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora tahun ajaran 2010 / 2011.
B. Metode Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 02 Kunduran
Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora.
4
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada semester genap yaitu pada tanggal 28
Pebruari 2011 sampai dengan tanggal 30 April 2011.
3. Bentuk Penelitian
Karena data yang akan diperoleh/dikumpulkan berupa data yang
langsung tercatat dari kegiatan dilapangan maka bentuk pendekatan yang
dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan jenis
penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
4. Strategi Penelitian
Pada strategi penelitian ini langkah-langkah yang diambil adalah strategi
tindakan kelas model siklus karena objek penelitian yang diteliti hanya satu
sekolah. Adapun rancangan penelitiannya sebagai berikut :
a. Perencanaan
b. Tindakan
c. Observasi
d. Refleksi
5. Sumber Data
Data atau informasi yang paling penting untuk dikumpulkan dan dikaji
dalam penelitian ini diperoleh dari data kuantitatif. Informasi data ini akan digali
dari berbagai macam sumber data. Adapun sumber data yang akan dimanfaatkan
dalam penelitian ini antara lain :
a. Informasi data dari nara sumber yang terdiri dari siswa kelas I serta wali
kelas
b. Ulangan harian (tes)
c. Hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran dengan metode SAS
d. Informasi lain tentang kondisi sekolah serta sejarah singkatnya.
6. Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data yang dipergunakan:
a. Teknik Wawancara Langsung
5
Teknik ini dipergunakan untuk mengetahui secara mendalam keterampilan
membaca permulaan sebelum pembelajaran dengan metode SAS maupun
setelah pembelajaran dengan metode SAS.
b. Teknik Observasi Langsung
Observasi dilakukan untuk memantau proses dan dampak pembelajaran yang
diperlukan untuk menata langkah-langkah perbaikan agar lebih efektif dan
efisien. Observasi dipusatkan pada proses dan hasil tindakan pembelajaran
beserta peristiwa-peristiwa yang melingkupinya. Langkah-langkah observasi
meliputi perencanaan, pelaksanaan observasi kelas dan pembahasan balikan.
7. Teknik Analisis Langsung
Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan
pembelajaran, perlu dilakukan analisis data. Pada penelitian tindakan kelas ini,
digunakan analisis deskripsi kualitatif, yaitu metode penelitian yang bersifat
menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan
tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa juga untuk mengetahui
respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses
pembelajaran langsung (Zainal Aqib, dkk, 2008)
Untuk analisis tingkat keberhasilan atau persentase ketuntasan belajar
siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung pada tiap siklusnya, dilakukan
dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir siklus.
Analisis ini dihitung dengan mengutamakan statistik sederhana berikut ini.
a. Penilaian Tugas dan Tes
Peneliti menjumlahkan nilai yang diperoleh siswa, selanjutnya
dibagi dengan jumlah siswa kelas tersebut sehingga diperoleh nilai rata-rata.
Nilai rata-rata itu didapat dengan menggunakan rumus:
(cid:0)X
x -----
(cid:0)N
Keterangan x : nilai rata-rata
(cid:0)X : jumlah semua nilai siswa
(cid:0)N : jumlah siswa
6
b. Penilaian untuk Ketuntasan Belajar
Ada dua kategori ketuntasan belajar, yaitu secara perorangan
dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar,
peneliti menganggap bahwa penerapan pembelajaran membaca Bahasa
Indonesia dengan pertanyaan terstruktur ini dikatakan berhasil dalam
meningkatkan hasil belajar siswa jika siswa mampu menyelesaikan dan
memenuhi ketuntasan belajar yaitu 100 %, dengan Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM) di tempat penelitian yaitu 65. Untuk menghitung persentase
ketuntasan belajar, digunakan rumus sebagai berikut.
(cid:0) siswa yang tuntas belajar
P = ----------------------------------- x 100 %
(cid:0) siswa
Analisis ini dilakukan pada tahap saat tahapan refleksi. Hasil
analisis ini digunakan sebagai bahan refleksi untuk melakukan perencanaan
lanjut dalam siklus selanjutnya. Hasil analisis juga dijadikan sebagai bahan
refleksi dalam memperbaiki rancangan pembelajaran.
8. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian tindakan merupakan gambaran secara lengkap
mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian. Tindakan yang
ditempuh mencakup rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Secara rinci
prosedur penelitian tindakan kelas ini dapat dijabarkan dalam tahap-tahap sebagai
berikut:
a. Tahap Perencanaan
1) Mengumpulkan data yang diperlukan.
2) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan
dengan metode SAS beserta mendesain alat evaluasinya.
3) Membuat laporan observasi
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Guru menerapkan proses pembelajaran sesuai rencana pelaksanaan
pembelajaran yang telah disusun
7
c. Tahap Observasi
1) Mengobservasi tindakan guru dalam proses pembelajaran permulaan.
2) Guru dan observer memonitor siswa selama proses pembelajaran
membaca permulaan.
3) Menilai hasil dalam pembelajaran membaca permulaan.
d. Tahap Refleksi
Mengadakan refleksi dan evaluasi dari kegiatan 1,2 dan 3. Berdasarkan hasil
refleksi ini akan dapat diketahui kelemahan kegiatan pembelajaran yang
dilakukan oleh guru, sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan
kelas pada siklus berikutnya. Bila hasil refleksi dan evaluasi siklus I
menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan pada
siswa kelas I SD Negeri 02 Kunduran, Kecamatan Kunduran, Kabupaten
Blora, maka tidak perlu dilanjutkan siklus II. Namun apabila belum
memperlihatkan peningkatan kemampuan membaca permulaan pada siswa
kelas I SD Negeri 02 Kunduran, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora,
maka dibuat siklus II yang meliputi tahap perencanaan tindakan, tahap
pelaksanaan tindakan, tahap observasi tindakan, dan tahap refleksi.
Demikian untuk siklus III selanjutnya sampai kemampuan membaca
permulaan SD Negeri 02 Kunduran, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora
meningkat.
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan
1. Hasil Penelitian
Suasana ruang kelas 1 SD Negeri Kunduran Kecamatan Kunduran
Kabupaten Blora begitu tenang dan tertib ketika jam pelajaran dimulai. Para
siswa menempati tempat duduk masing-masing kemudian bersiap-siap
menerima pelajaran.
Materi pelajaran Bahasa Indonesia pada awal dikemas dengan
alokasi waktu 3 x 35 menit. Guru pun memulai pembelajaran membaca
dengan mengabsen siswa terlebih dahulu. Dengan metode membaca, materi
pelajaran membaca Bahasa Indonesia, para siswa disuruh untuk membaca
satu persatu.
8
Adapun uraian hasil penelitian pada tahap pra siklus pertemuan
pertama dan kedua terlampir pada lampiran 3 tabel 1 dan tabel 2. Sedangkan
hasil pembelajaran membaca Bahasa Indonesia pada kondisi awal disajikan
dalam tabel berikut:
Tabel 1. Nilai Keterampilan Membaca Permulaan pada Kondisi Awal
Pra Siklus Pertama
No. Uraian Pencapaian Hasil Jumlah / Nilai
1. Siswa yang mendapat nilai < 65 24
2. Siswa yang mendapat nilai ≥ 65 0
3. Rata-rata 47,66
4. Ketuntasan Klasikal 0%
Nilai siswa yang disajikan pada tabel di atas menunjukkan
sebanyak 24 siswa yang memperoleh nilai di bawah 65. Nilai rata-rata 57,99
dengan tingkat ketuntasan secara klasikal sebesar 0 %. Data ini menunjukkan
bahwa pembelajaran membaca sama sekali belum memenuhi batas tuntas
yang ditetapkan. Dengan demikian, pada kondisi awal ini pembelajaran
membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dikatakan belum
mencapai tujuan yang diharapkan.
Tabel 2. Nilai Keterampilan Membaca Permulaan pada Kondisi Awal
Pra Siklus Kedua
No. Uraian Pencapaian Hasil Jumlah / Nilai
1. Siswa yang mendapat nilai < 65 24
2. Siswa yang mendapat nilai ≥ 65 0
3. Rata-rata 52,86
4. Ketuntasan Klasikal 0 %
9
Nilai siswa yang disajikan pada tabel di atas menunjukkan
sebanyak 24 siswa yang memperoleh nilai di bawah 65. Nilai rata-rata 52,86
dengan tingkat ketuntasan secara klasikal masih tetap 0 %. Data ini
menunjukkan bahwa pembelajaran membaca belum memenuhi batas tuntas
yang ditetapkan. Dengan demikian, pada kondisi awal pertemuan kedua ini
pembelajaran membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat
dikatakan belum mencapai tujuan yang diharapkan, meskipun pada nilai rata-
rata ada peningkatan.
Penelitian ini melalui tindakan kelas atau siklus daur ulang melalui
model proses, berharap dan berkelanjutan, yang direncanakan dilaksanakan
selama tiga siklus. Tindakan yang dilakukan pada setiap putaran adalah pada
setiap jam pelajaran, guru selalu mengawali dengan menunjukkan gambar
pada awal pembelajaran, berikutnya di bawah gambar diberi tulisan sesuai
dengan gambar siswa diharapkan bisa membaca. Tindakan-tindakan kedua
guru menyuruh siswa menggabungkan huruf-huruf menjadi satu kata.
Sedangkan pada siklus ketiga ditingkatkan taraf kesukarannya dengan
melanjutkan membaca atau menggabungkan kata menjadi kalimat.
Perkembangan peningkatan taraf kesukaran tergantung dari perkembangan
kemampuan siswa dalam menggabungkan huruf menjadi satu kata disertai
membca atau menggabungkan suku kata menjadi kata, jika siswa sudah bisa
menggabungkan huruf-huruf menjadi kata, maka guru lebih meningkatkan
lagi dengan menggabungkan kata menjadi kalimat. Masing-masing tindakan
diakhiri dengan evaluasi.
Perencanaan tindakan disusun bersama-sama berdasarkan hasil
pengamatan dan refleksi guru kelas I sebagai pelaku utama dalam penelitian
tindakan kelas ini. Disamping itu, para peneliti mengamati waktu kegiatan
belajar mengajar dengan pengamatan guru dan siswa. Kegiatan pada setiap
siklus adalah observasi dan perencanaan tindakan, implemantasi tindakan,
dan monitoring penelitian, refleksi hasil penelitian dan pengembangan,
setelah keempat dan seterusnya adalah tahap penyusunan laporan hasil
penelitian.
10
Description:Struktural Analitik Sintetik (SAS). kita mengenal struktur, mengenal bagian secara analitik, selanjutnya kita sintesis .. Jakarta: Bumi Aksara.