Table Of Content1 / 3
Table of Contents
No. Title Page
1 GERAKAN SOSIAL POLITIK OMAH TANI DI KABUPATEN BATANG -
2 KONSTALASI POLITIK KOTA DALAM KEBIJAKAN REKLAME DI SURABAYA -
3 Transformasi Kepemimpinan Kharismatik Menuju Demokratisasi -
4 Pemekaran Kabupaten Adonara – Nusa Tenggara Timur : Studi Tentang -
Gerakan Sosial Politik Masyarakat Daerah
5 KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA TENTANG PENGUASAAN -
LAHAN OLEH PENGEMBANG DI WILAYAH SURABAYA BARAT
6 Pengusaha Media dan Kepemimpinan Partai Politik (Studi Kasus : Hary -
Tanoesoedibjo sebagai Ketua Dewan Pakar Partai NASDEM)
7 KONTINYUITAS DAN DISKONTINYUITAS AMBISI POLITIK ( Studi Calon -
Walikota Surabaya yang Kalah pada Pemilihan Walikota Periode 2010-2015)
8 GERAKAN SERIKAT BURUH: GERAKAN PENOLAKAN/PENUNTUTAN REVISI -
RANPERDA KETENAGAKERJAAN 2011 oleh SERIKAT BURUH DI KABUPATEN
GRESIK
9 INTERAKSI KEPENTINGAN EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF ( Studi tentang -
proses penyusunan dan penetapan APBD bidang pembangunan tahun 2012 di
Kabupaten Malang )
10 PEREMPUAN DAN POLITIK Studi tentangAksesibilitas Perempuan Menjadi -
Anggota Legislatif Di Kabupaten Sampang
11 POLITIK PENDIDIKAN: STUDI TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI – -
POS PAUD TERPADU (PAUD - PPT) KOTA SURABAYA
12 INTERAKSI STAKEHOLDER DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN PARKIR -
BERLANGGANAN DI KABUPATEN SIDOARJO
13 PERGERAKAN LSM NOL SAMPAH DALAM MENGAWAL POLITIK HIJAU -
KOTA SURABAYA. Studi Kasus Pendampingan Petani Lokal Pohon
mangrove di Bosem Wonorejo Surabaya
14 DINAMIKA ELITE DALAM POLITIK SURABAYA Studi konflik pemkazulan walikota -
Surabaya
15 Relasi Kekuatan-Kekuatan Politik Lokal Dalam Pemenangan Pilkada di Mojokerto -
2 / 3
Vol. 1 - No. 1 / 2012-09
TOC : , and page : -
PERGERAKAN LSM NOL SAMPAH DALAM MENGAWAL POLITIK HIJAU KOTA SURABAYA. Studi Kasus
Pendampingan Petani Lokal Pohon mangrove di Bosem Wonorejo Surabaya
PERGERAKAN LSM NOL SAMPAH DALAM MENGAWAL POLITIK HIJAU KOTA SURABAYA. Studi Kasus
Pendampingan Petani Lokal Pohon mangrove di Bosem Wonorejo Surabaya
Author :
Valihuddin Rizal | -
Mahasiswa S 1 Ilmu Politik FISIP, Universitas Airlangga, Surabaya
- | -
-
- | -
-
- | -
-
- | -
-
Abstract
Kawasan hutan mangrove yang saat ini sedang hangat diperbincangkan yakni di daerah Wonorejo Rungkut
Surabaya, mengingat peran kawasan mangrove di Wonorejo sangat penting sebagai penyangga Pantai Timur
Surabaya (Pamurbaya) dari ancaman abrasi laut. Tak heran dengan pentingnya kawasan ini PEMKOT Surabaya pun tak
luput dalam memformulasikan kebijakan dan melahirkan tempat EKOWISATA yang saat ini dinamai Ekowisata Mangrove
Wonorejo.
Namun masalah mulai muncul ketika Kawasan konservasi mangrove Wonorejo yang dijadikan Ekowisata Mangrove,
ternyata tidak sesuai harapan. Mangrove di kawasan itu justru mengalami kerusakan yang parah. Padahal niat Pemkot
Surabaya, menjadikan kawasan itu sebagai kawasan penyangga pantai timur Surabaya (Pamurbaya) dari abrasi pantai
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menekankan pada upaya LSM Nol Sampah yang selama ini memang
aktif dalam pengawalan kebijakan lingkungan kota Surabaya. Dalam konteks ini, LSM Nol sampah melakukan
pendampingan kepada petani lokal mangrove di area ekowisata mangrove Bosem Wonorejo dengan tujuan petani lokal
memiliki pengetahuan yang cukup agar nantinya bias bersama-sama LSM Nol Sampah mengawasi pengelolaan
ekowisata ini.
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah ketua LSM Nol Sampah beserta anggotanya, Petani lokal
sekitar area ekowisata, serta sebagai data pembanding juga dilakukan wawancara kepada pengelola ekowisata dalam
hal ini FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat) Nirwana eksekutif.
Keyword : Gerakan, Politik, Hijau, LSM, Nol, Sampah, Movement, Green, Politics, NGOs, Nol, Sampah, -,
Daftar Pustaka :
1. Budiardjo, Mirriam, (2006). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama
2. Chadwik, A. Bruce; Bahr, Howard M.; Albrecht Stan L, (1991). Metode Penelitian Ilmu Pengetahuan Sosial.
Semarang : IKIP Semarang Press
3. Dobson, Andrew, (2007). Green Political thought 4th edition. New York : Routledge
4. Gaus, F. Gerald, dan Chandran Kukathas, (2012). Handbook Teori Politik. Jakarta : Nusamedia
5. Koentjaraningrat, (1994). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)
3 / 3
Pergerakan LSM Nol Sampah dalam Mengawal Politik Hijau Kota
Surabaya Berlangganan di Kabupaten Sidoarjo
Studi Kasus Pendampingan Petani Lokal Pohon mangrove di
Bosem Wonorejo Surabaya
Valihuddin Rizal*
ABSTRAK
Kawasan hutan mangrove yang saat ini sedang hangat diperbincangkan yakni di daerah Wonorejo Rungkut
Surabaya, mengingat peran kawasan mangrove di Wonorejo sangat penting sebagai penyangga Pantai
Timur Surabaya (Pamurbaya) dari ancaman abrasi laut. Tak heran dengan pentingnya kawasan ini PEMKOT
Surabaya pun tak luput dalam memformulasikan kebijakan dan melahirkan tempat EKOWISATA yang saat ini
dinamai Ekowisata Mangrove Wonorejo.
Namun masalah mulai muncul ketika Kawasan konservasi mangrove Wonorejo yang dijadikan Ekowisata
Mangrove, ternyata tidak sesuai harapan. Mangrove di kawasan itu justru mengalami kerusakan yang parah.
Padahal niat Pemkot Surabaya, menjadikan kawasan itu sebagai kawasan penyangga pantai timur Surabaya
(Pamurbaya) dari abrasi pantai
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menekankan pada upaya LSM Nol Sampah yang selama
ini memang aktif dalam pengawalan kebijakan lingkungan kota Surabaya. Dalam konteks ini, LSM Nol sampah
melakukan pendampingan kepada petani lokal mangrove di area ekowisata mangrove Bosem Wonorejo dengan
tujuan petani lokal memiliki pengetahuan yang cukup agar nantinya bias bersama-sama LSM Nol Sampah
mengawasi pengelolaan ekowisata ini.
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah ketua LSM Nol Sampah beserta anggotanya,
Petani lokal sekitar area ekowisata, serta sebagai data pembanding juga dilakukan wawancara kepada pengelola
ekowisata dalam hal ini FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat) Nirwana eksekutif.
Kata Kunci : Gerakan, Politik Hijau, LSM Nol Sampah
ABSTRACT
Mangrove forest area that is currently being hotly discussed in the Surabaya area Rungkut Wonorejo, given
the role of mangrove in the region is very important as a buffer Wonorejo East Coast Surabaya (Pamurbaya)
from the threat of marine abrasion. No wonder the importance of this region did not escape the Surabaya City
Government in formulating policies and birth place is now named Mangrove Ecotourism Wonorejo.
But problems began to emerge when the mangrove conservation area Wonorejo Mangrove Ecotourism is
made, it was not as expected. Mangroves in the region experienced a severe damage. Though the intention of
Surabaya City Government, making the region as a buffer zone east coast of Surabaya (Pamurbaya) from
coastal erosion
This research is a qualitative research that emphasizes the NGO Nol Sampah efforts that have been active in
the guard’s environmental policies of Surabaya. In this context, NGOs perform assistance to local farmers in the
area of mangrove mangrove ecotourism destination Bosem Wonorejo with local farmers to have sufficient
knowledge to be together in overseeing the management of ecotourism.
In this research, the subject of study was the chairman of the Nol Sampah NGOs and their members, local
Farmers around the area of ecotourism, as well as comparable data was also conducted interviews to the
managers of ecotourism FKPM (Police Community Partnership Forum) Nirvana executive.
Keyword: Movement, Green Politics, NGOs Nol Sampah
* Mahasiswa S 1 Ilmu Politik FISIP, Universitas Airlangga, Surabaya
156
Valihuddin Rizal: Pergerakan LSM Nol Sampah dalam Mengawal Politik Hijau Kota Surabaya 157
PENDAHULUAN g. Sistem hukum dan kelembagaan yang
Latar Belakang mendorong eksploitasi.
Perkembangan suatu daerah Dengan misi pada awalnya untuk
dipengaruhi oleh proses mengembalikan hutan mangrove akibat
pembangunan yang memunculkan penebangan liar. Selama perjalanan, misi ini
perubahan struktur perkotaan. Implikasi berkembang menjadi ekowisata. Konsep
perubahan struktur perkotaan akan ekowisata hutan mangrove wonorejo,
melahirkan masalah sosial pada masyarakat disamping menjaga dan mengembalikan
yang tinggal di kota tersebut. Dalam hutan mangrove, juga ada pendidikan,
kenyataannya, kompleksitas permasalahan pelatihan dan pengelolaan hutan mangrove
tersebut menyebabkan pemerintah kota yang berkesinambungan. Lembaga
kesulitan dalammenangani masyarakatnya. Ekowisata Hutan Mangrove melakukan
Indikasi kesulitan tersebut dapat usaha-usaha konservasi terhadap hutan man-
dilihat dengan keterlibatan masyarakat dalam grove, bekerja sama dengan kepolisian dalam
memecahkan masalah tidak menunjukkan hal mencegah penebangan liar dan
adanya komunikasi antara pemerintah dengan pengerusakan di kawasan konservasi serta
masyarakatnya. Diantaranya misalkan membangun fasilitas-fasilitas untuk kegiatan
formulasi kebijakan, mobilisasi sumber daya wisata. Selain itu Lembaga Ekowisata juga
serta implementasi program dengan maksud berfungsi sebagai sumber informasi mengenai
memperbaiki keadaan. ekosistem hutan mangrove. Sesuai tujuannya
Sebagai sebuah kota besar, Surabaya yakni pengelolaan hutan mangrove yang
masih belum bisa lepas dari persoalan tata kota. berkelanjutan. MICW menawarkan suatu
Hutan mangrove adalah salah satu bentuk kegiatan wisata yang tetap
permasalahan global yang mulai juga terasa di memperhatikan kelestarian hutan mangrove
Surabaya. Di Surabaya, ekosistem hutan berserta flora dan fauna yang terdapat di hutan
mangrove mengalami ancaman berupa mangrove wonorejo, atau yang lazim disebut
penebangan, fragmentasi dan konversi EKOWISATA yaitu suatu bentuk kegiatan
menjadi bentuk pemanfaatan lain. wisata yang Ramah Lingkungan dan
Penebangan/ penggundulan hutan mangrove Bertanggung Jawab.
di wilayah Kota Surabaya sudah terjadi sejak Namun masalah mulai muncul ketika
lama tepatnya di daerah Kecamatan Sukolilo Kawasan konservasi mangrove Wonorejo
dan Gununganyar, yang mana kegiatan ini yang dijadikan Ekowisata Mangrove, ternyata
dapat mengganggu sumberdaya alam yang lain. tidak sesuai harapan. Mangrove di kawasan itu
Jika penggundulan hutan mangrove terjadi justru mengalami kerusakan yang parah.
secara terus menerus, maka akan mengancam Padahal niat Pemkot Surabaya, menjadikan
spesies flora dan fauna dan merusak sumber kawasan itu sebagai kawasan penyangga
penghidupan masyarakat. Umumnya pantai timur Surabaya (Pamurbaya) dari
kerusakan/ kepunahan keanekaragaman abrasi pantai. Kerusakan mangrove di
hayati dapat menyebabkan 6 (enam) Wonorejo tidak hanya berasal dari kesalahan
penyebab utama yaitu : pihak penanam atau pengelola dan masyarakat
a. Laju peningkatan populasi manusia dan sendiri tapi juga kesalahan dalam pemilihan
konsumsi SDA yang tidak berkelanjutan, bibit mangrove yang ditaman. Bukan hanya
b. Penyempitan spektrum produk yang dua permasalahan teknis tersebut, dalam
diperdagangkan dalam bidang pertanian, perjalananya pengelolaan EKOWISATA yang
kehutanan dan perikanan, harusnya tetap memperhatikan fungsi
c. Sistem dan kebijaksanaan ekonomi yang awalnya sebagai lahan dan sarana konservasi
gagal dalam memberi penghargaan pada dan edukasi yang berkaitan dengan tanaman
lingkungan dan sumberdayanya, mangrove mulai terjadi berbagai
d. Ketidakadilan dalam kepemilikan, penyelewengan dan kesalahan prosedur.
pengelolaan dan penyaluran keuntungan Di berbagai kesempatan, Wawan Some
dari e. penggunaan dan pelestarian selaku koordinator LSM Nol Sampah
sumberdaya hayati , berbicara diberbagai media, seminar-semi-
f. Kurangnya pengetahuan dan penerapan, nar, dan tak jarang mengajak aktif berbagai
158 Jurnal Politik Muda, Vol. 1, No. 1, Oktober-Desember 2012, hal 156-166
kalangan dan LSM lain untuk berkomunikasi itu, keberadaan gazebo yang saat ini ada tiga
dengan pihak bersangkutan tak terkecuali banggunan di depan hutan mangrove yakni di
PEMKOT Surabaya. Dalam pandanganya sisi timur perlu dikaji, karena secara alami
bersama sedikitnya tiga lembaga swadaya hutan mangrove akan terus tumbuh ke arah
masyarakat (LSM) lingkungan di Kota laut (timur). (Surabaya pagi.com, 6 Mei 2011)
Surabaya menuding pemkot Surabaya Secara teknis pengelolaan terdapat
merusak ekosistem alam dikawasan pantai kesalahan pengelolaan, dimana banyak man-
timur Surabaya (Pamurbaya). grove jenis Sonneratia Alba, Avicennia Alba
Termasuk rusaknya ekowisata hutan man- dan Rhizophora Apiculata yang ditebang.
grove. Tudingan ini dikemukakan Komunitas Padahal, ketiga jenis mangrove ini memiliki
Nol Sampah, Ecoton, Rumah Mangrove akar yang kuat dan tahan terhadap terjangan
Surabaya, dan kelompok pengamat burung air laut. Tidak hanya itu saja, lanjut dia,
Peksia Unair. penebangan tersebut membawa efek domino
Koordinator Komunitas Nol Sampah karena mangrove yang terletak di bagian
Surabaya Wawan Some mengatakan, dalam dan tidak memiliki akar yang kuat,
ekowisata yang selama ini dikelola Forum sehingga akhirnya rusak akibat diterjang
Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) ombak.
Kelurahan Wonorejo adalah menyalahi aturan. Mangrove yang ada di Wonorejo
Kegiatan ekowisata di Pamurbaya, utamanya di sekarang ini jenis Avicenia Marina atau biasa
Wonorejo perlu mendapat perhatian serius disebut api-api. Mangrove inilah yang banyak
lantaran kegiatan tersebut justru menggangu roboh karena akarnya tidak terlalu kuat. Selain
ekosistem hutan mangrove di kawasan itu, mangrove yang banyak ditanam instansi
Pamurbaya. Selain itu, kegiatan penanaman pemerintah maupun perusahaan dalam rangka
perlu dikontrol karena program “Corporate Social Responsibility”
penanaman jenis mangrove yang salah (CSR) ternyata juga bukan jenis yang memiliki
justru bisa merusak kestabilan ekosistem di akar kuat. Mangrove yang banyak ditanam
kawasan tersebut. sekarang adalah jenis bakau dengan nama latin
Pantauan aktivis lingkungan setahun Rhizophora Mucronata yang sebenarnya tidak
terakhir menunjukan, penanaman selama ini tahan air bersalinitas tinggi.
justru dilakukan di lokasi yang sebenarnya Disisi lain, dalam pembangunan ekowisata
sudah ada jenis mangrove yang tumbuh secara mangrove wonorejo terdapat satu
alami. Wawan Some menambahkan, suara permasalahan yang tidak banyak diketahuai
bising dari mesin perahu yang dipakai oleh media dan kalangan luas, bahwa tidak
rombongan wisatawan atau peserta tanam semua petani lokal pohon bakau yang selama
mangrove massal menuju muara ditengarai ini berkecimpung dalam pelestarian tanaman
mengganggu keberadaan burung di bakau setempat diikutkan dalam perumusan
Pamurbaya. Perahu ekowisata yang relatif kebijakan serta desain ekowisata ini, justru
besar menghasilkan gelombang yang besar dan PEMKOT Surabaya lebih cenderung
merusak tepi sungai. Belum lagi suara motor memilih petani-petani tertentu yang setuju
yang ditempel pada perahu. dengan platform pembangunan ekowisata ini
Petani tambak maupun nelayan sekitar untuk menjadi mitra. Sedangkan petani-petani
juga terkena imbas. Penghasilan mereka local lain yang dianggap “membangkang” tidak
menurun karena turunnya jumlah tangkapan. dilibatkan lebih lanjut.
Penunggu tambak berkurang, karena udang Pada kenyataanya dikalangan
yang bisanya masuk perangkap (prayang) bisa bawah,khususnya petani mangrove yang
mencapai 10 kg saat ini maksimal hanya 2 kg. paham akan kelestarian lingkungan, perlakuan
Tingginya aktifitas manusia di Pamurbaya, tersebut menjadi salah satu bibit permasalahan
imbuhnya, saat ini diduga berdampak pada yang sensitive ketika pada akhirnya terdapat
satwa liar, utamanya burung. Sehingga bukan berbagai kesalahan dan penyalahgunaan fungsi
tidak mungkin kasus daun Avicennia marina ekowisata mangrove wonorejo ini. Bahkan
yang dimakan lalat beberapa waktu lalu ada kecurigaan dari petani lokal yang tidak
disebabkan karena populasi burung pemakan dilibatkan tadi, serta LSM nol sampah bahwa
serangga di Pamurbaya berkurang. Disamping pembangunan ekowisata mangrove wonorejo
Valihuddin Rizal: Pergerakan LSM Nol Sampah dalam Mengawal Politik Hijau Kota Surabaya 159
hanya ditik beratkan pada nilai bisnis semata, menciptakan kesadaran bagi Pemerintah
dan alasan konservasi justru hanya merupakan kota Surabaya, Petani bakau lokal, serta
tading alih-alihnya. seluruh warga masyarakat akan pentingnya
pengelolaan Ekowisata Mangrove Wonorejo
Rumusan Masalah Rungkut Surabaya yang tepat dan sesuai
Permasalahan yang diangkat dalam dengan rambu-rambu politik hijau yang ada.
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Kepentingan apa yang diartikulasikan oleh Kajian Teoritik
LSM Nol sampah kepada petani lokal non 1. Green Political Theory (teori politik hijau)
mitra PEMKOT Surabaya di sekitar Teori Politik Hijau (Green political
Ekowisata Mangrove Wonorejo Rungkut theory) adalah khusus diambil dari fakta
Surabaya ? bahwa manusia merupakan bagian dari alam
2. Bagaimana upaya LSM Nol Sampah yang memiliki implikasi bagi teori politik.
mendampingi petani Lokal non mitra Dengan demikian manusia tidak hanya dilihat
PEMKOT Surabaya dalam mengkritisi sebagai individu yang rasional (seperti dalam
pengelolaan Ekowisata Mangrove Wonorejo pandangan liberalism) atau sebagai makluk
Rungkut Surabaya? sosial(seperti pandangan sosislisme) akan
3. Bagaimana proses politik yang terjadi tetapi sebagai natural beings, dan lebih jauh
dalam pengawalan pengelolaan ekowisata sebagai political animals.
Wonorejo Rungkut Surabaya? Sedangkan perlu untuk membedakan
antara green politics dan environmentalism.
Tujuan Penelitian Environmentalis menerima kerangka kerja
1. Untuk mengetahui Kepentingan yang di yang ada dalam politik, sosial, ekonomi dan
artikulasikan oleh LSM Nol sampah kepada struktur normative dalam dunia politik dan
petani lokal non mitra PEMKOT Surabaya di mencoba memperbaiki masalah lingkungan
sekitar Ekowisata Mangrove Wonorejo dengan struktur yang ada tersebut. Sementara
Rungkut Surabaya Politik Hijau menganggap bahwa struktur
2. upaya LSM Nol dalam pendampingan petani tersebut sebagai dasar utama bagi munculnya
Lokal non mitra PEMKOT Surabaya dalam krisis lingkungan. Oleh karena itu, mereka
mengkritisi pengelolaan Ekowisata Man- berpendapat bahwa struktur tersebut butuh
grove Wonorejo Rungkut Surabaya. perubahan dan perhatian yang lebih utama.
3. proses politik yang terjadi dalam Dalam pembahasan lain di buku Theories
pengawalan pengelolaan Ekowisata Man- of International Relations karya Andrew
grove Wonorejo Rungkut Surabaya. Linklater dan Scott Burchill (1996), di
jabarkan bahwa dunia sedang mengalami
Manfaat penelitian masalah yang sangat krusial, terlepas dari isu-
Penelitian ini diharapkan dapat isu yang selalu dibahas dalam ilmu Hubungan
memberikan manfaat sebagai berikut : Internasional, seperti ekonomi, politik, sosial,
1. Dalam manfaat teoritis, penelitian ini budaya, keamanan, dan sebagainya. Masalah
diharapkan dapat dijadikan salah satu ini mengikis eksistensi bumi dalam aspek
referensi studi politik hijau para akademisi fisiknya secara perlahan. Masalah ini pula lah
baik itu mahasiswa, aktivis, atau peneliti lain yang seringkali terlupakan dan sengaja
yang memiliki ketertarikan pada masalah diacuhkan padahal dampaknya telah menjadi
Green politik (Politik hijau). global issue. Masalah ini juga belum dapat
2. Penelitian ini diharapkan juga dapat dipakai ditemui titik terangnya karena solusi-solusi
sebagai pedoman pemerintah kota untuk yang ada masih menjadi perdebatan lintas batas
mengelola Ekowisata Mangrove Wonorejo negara.
Rungkut Surabaya dengan benar atau Politik Hijau memiliki asumsi dasar yaitu
ssesuai dengan rambu-rambu politik hijau, penolakan terhadap antroposentrisme.
sehingga diharapkan kelestarian alam di Antroposentrisme sendiri memiliki arti “ajaran
area Ekowisata Mangrove Wonorejo yg menyatakan bahwa pusat alam semesta
Rungkut Surabaya lebih terjaga. adalah manusia”. Pemikiran Politik Hijau
3. Manfaat praktis penelitian ini adalah untuk yang berbasis ekosentrisme ini berusaha
160 Jurnal Politik Muda, Vol. 1, No. 1, Oktober-Desember 2012, hal 156-166
mengaitkan keberadaan individu dengan o Gerakan reformasi - gerakan yang
ekologi dan berusaha memberi pemetaan yang didedikasikan untuk mengubah beberapa
tegas antara kepentingan manusia dan bukan- norma, biasanya hukum. Contoh gerakan
manusia. Kehadiran Politik Hijau sebagai teori semacam ini akan mencakup seperti, serikat
kritik dalam Hubungan Internasional ini buruh dengan tujuan untuk meningkatkan
memiliki pandangan yang tegas terhadap tiga hak-hak pekerja, gerakan hijau yang
mahzab terkemuka dalam HI. Pertama, Politik menganjurkan serangkaian hukum ekologi,
Hijau mengkritisi kaum realis yang memiliki atau sebuah gerakan pengenalan baik yang
asumsi dasar state-centric. mendukung atau yang menolak adanya,
Preskripsi lain mengenai Politik Hijau hukuman mati atau hak untuk dapat
coba diutarakan oleh Gerald F. Gaus dan melakukan aborsi. Dalam beberapa gerakan
Chandran Kukathas dalam buku mereka reformasi memungkinkan adanya
Handbook Teori Politik (2012). Dalam buku penganjuran perubahan tehadap norma-
tersebut masalah lingkungan yang melanda norma moral misalkan, mengutuk
dunia secara global dapat diatasi dengan cara pornografi atau proliferasi dari beberapa
memperluas komunitas politik kearah yang agama. Sifat gerakan semacam itu tidak
berbeda, berbeda disini dimaksudkan untuk hanya terkait dengan masalah tetapi juga
memilahkan dengan teks ideology ideology dengan metode yang dipergunakan, dari
politik lama yang non lingkungan. Kita diajak kemungkinan ada penggunaan metode yang
untuk memikirkan sejenak tentang lingkungan sikap reformis non-radikal yang akan
sebagai suatu keanekaragaman sumberdaya digunakan untuk pencapaian akhir tujuan,
dari segala jenis. Bukan hanya jenis sumber seperti dalam kasus aborsi agar dapat
daya yang dibutuhkan untuk bertahan hidup tercipta adanya pembuatan hukum
secara fisiologis, tetapi juga sumber daya yang perundangan- undangan.
dibutuhkan untuk memahami segala jenis o Gerakan radikal - gerakan yang
rencana kehidupan. Artinya inilah didedikasikan untuk adanya perubahan
“lingkungan’ yang dipahami sebagai segera terhadap sistem nilai dengan
‘perkataan dan perbuatan’ yang membentuk melakukan perubahan-perubahan secara
dan melaksanakan berbagai rencana substansi dan mendasar, tidak seperti
kehidupan. Bila diutarakan dengan cara lain, gerakan reformasi, Contohnya termasuk
lingkungan merupakan ragam opsi tentang Gerakan Hak Sipil Amerika yang penuh
konsepsi dan perencanaan kehidupan. menuntut hak-hak sipil dan persamaan di
bawah hukum untuk semua orang Amerika
2. Teori Gerakan Sosial (gerakan ini luas dan mencakup hampir
Gerakan sosial merupakan gerakan yang seluruh unsur-unsur radikal dan reformis),
dilakukan oleh sekelompok orang secara terlepas dari ras, yang di Polandia dikenal
kolektif, kontinu dan/atau sistematis. Gerakan dengan nama Solidaritas
ini mendukung atau menentang keberlakuan /(Solidarno[(cid:1)(cid:1)) gerakan yang menuntut
tata kehidupan tertentu karena mereka transformasi dari sebuah tata nilai politik
memiliki kepentingan di dalamnya, baik secara Stalinisme menuju kepada tata nilai sistem
individu, kelompok, komunitas, atau level yang poltik sistem ekonomi atau ke dalam tata
lebih luas lagi. nilai sistem poltik demokrasi atau di Afrika
Dalam pengertian lain Gerakan sosial Selatan disebut gerakan penhuni gubuk
(social movement) adalah aktivitas sosial Abahlali baseMjondolo yang menuntut
berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok dimasukkannya para penghuni gubuk
yang merupakan kelompok informal yang secara penuh ke dalam penghunian
berbetuk organisasi, berjumlah besar atau kehidupan kota.
individu yang secara spesifik berfokus pada
suatu isu-isu sosial atau politik dengan Jenis perubahan
melaksanakan, menolak, atau o Gerakan Inovasi - gerakan yang ingin
mengkampanyekan sebuah perubahan sosial. mengaktifkan norma-norma tertentu, nilai-
(Wikipedia). nilai, dan lain-lain gerakan advokasi yang tak
Lingkup umum kesengajaan untuk efek dan
Valihuddin Rizal: Pergerakan LSM Nol Sampah dalam Mengawal Politik Hijau Kota Surabaya 161
menjamin keamanan teknologi yang tak Lebih lanjut Almond menjelaskan dalam
umum adalah contoh dari gerakan inovasi. bentuk klasifikasi gaya dan sifat pengajuan
o Gerakan Konservatif - gerakan yang ingin kepentingan menjadi empat (Ramlan Surbakti,
menjaga norma-norma yang ada, nilai, dan 1984), yaitu:
sebagainya Sebagai contoh, anti-abad ke- 1. Bersifat Manifest, yaitu sifat yang terbuka
19, gerakan modern menentang penyebaran dan terus terang sehingga mudah diketahui
makanan transgenik dapat dilihat sebagai maksudnya. Atau Latent, yaitu bersifat
gerakan konservatif dalam bahwa mereka terpendam, tertutup dan berwujud perilaku
bertujuan untuk melawan perubahan atau tindakan yang dapat ditafsirkan seperti
teknologi secara spesifik, namun mereka mogok, walk out.
dengan cara yang progresif gerakan yang 2. Bersifat spesifik, yaitu jelas atau terperinci
hanya bersikap anti-perubahan (misalnya tentang apa yang diharapkan. Atau Kabur,
menjadi anti-imigrasi) sedang untuk hasil yang secara umum samar tentang tuntutan
tujuan kepentingan tidak pernah didapat yang dikemukakan misalnya tuntutan
hanya merupakan bersifat bertahan. tentang perrubahan masyarakat, tidak jelas
Pengertian tentang gerakan social perubahan yang bagaimana yang
secara teoritis tadi kemudian dapat dikaitkan dimaksudkan.
dengan Teori mobilisasi sumber daya, dimana 3. Bersifat umum, menyangkut kepentingan
dapat menguasai lapangan ketika ia umum/ kepentingan berbagai kelompok
mengalahkan teori psikologi sosial dan teori dalam masyarakat. Atau khusus, merupakan
perpecahan, teori gerakan sosial baru dan teori cerminan golongan tertentu dalam
mobilisasi sumber daya atau pendekatan eropa masyarakat.
dan Amerika satu sama lain saling bertanding. 4. Bersifat Afeksi, berwujud harapan,
Teori proses-proses politik mengambil penyesalan, penghargaan, kemarahan,
alih lapangan dan psikologi sosial kemblai ke ketakutan dan apatisme. Atau instrumental,
pusat perhatian ketika pendekatan kontruksi yaitu bersifat tawar-menawar di mana
sosial mulai mendapatkan perhatian. Theory masing- masing pihak menanggung
Bashing menjadi praktik umum di dalam konsekuensi yang menguntungkan dan
literatur gerakan dan mulai mempertanyakan merugikan. Sedangkan menurut V.O. Key Jr,
mengapa hal tersebut dapat terjadi. Pada terdapat pilihan lain sebagai teknik
kenyataannya gerakan sosial bisa di picu oleh pengajuan kepentingan yaitu antara lain
ketidak puasan yang timbul belum lama melalui manipulasi opini publik,
berselang, oleh sumber daya yang tersedia, mempengaruhi dengan cara membujuk
oleh peluang yang berubah, dan oleh pembuat kebijakan, hubungan dengan agen
rekontruksi sosial tentang makna. administrator pemerintah untuk mencapai
saluran pembuatan keputusan lobby antar
kelompok sealiran serta hubungan dengan
3. Teori Kelompok Kepentingan badan atau lembaga yang kuat dan besar
Menurut Almond terdapat empat saluran seperti keadilan.
penting dalam mengartikulasikan kelompok Dalam suatu sistem politik, adanya
kepentingan sehingga mampu untuk suatu kelompok kepentingan seringkali
mengajukan kepentingannya (Ramlan merupakan suatu kebutuhan yang tak bisa
Surbakti, 1984), yaitu: dihindari bagi kelompok-kelompok yang ada di
1. Melalui demonstrasi, huru-hara yang dalam sebuah komunitas masyarakat, hal ini
bersifat fisik dan kekerasan. tidak lain karena berbagai kebijakan atau
2. Melalui hubungan pribadi seperti sesama keputusan politik yang ada seringkali tidak
alumni, kawan lama, satu daerah atau sesuai dengan aspirasi kelompok yang ada,
bahkan kerabat. sehingga sebuah kelompok kepentingan
3. Melalui para elit yang bersimpati pada bertugas untuk memperjuangkan aspirasi
mereka. anggotanya agar tercipta sebuah keputusan
4. Melalui saluran formal dan institusional yang dapat menampung aspirasi yang ada
seperti melalui lembaga eksekutif dan dalam masyarakat.
legislatif maupun media komunikasi. Kelompok kepentingan adalah sejumlah
162 Jurnal Politik Muda, Vol. 1, No. 1, Oktober-Desember 2012, hal 156-166
orang yang memiliki kesamaan sifat, sikap, kepentingannya dalam sistem politiknya,
kepercayaan dan atau tujuan, yang sepakat kekecewaan yang menumpuk bisa diletupkan
mengorganisasikan diri untuk melindungi dan akibat suatu insiden atau dengan munculnya
mencapai tujuan. Sebagai kelompok yang seorang pemimpin dan dengan tiba-tiba bisa
terorganisasi mereka tidak hanya memiliki meledak tanpa terkendali.
sistem keanggotaan yang jelas, tetapi juga
memiliki pola kepemimpinan, sumber 2. Kelompok Non-Asosional
keuangan untuk membiayai kegiatan, selain itu Kelompok kepentingan non-assosional
yang paling utama adalah mereka memiliki pola merupakan kelompok kepentingan yang
komunikasi baik ke dalam maupun ke luar jarang terorganisasi rapi dan kegiatannya
organisasi. bersifat kadangkala. Kelompok ini pada
Di sini kelompok kepentingan berbeda umumnya berasal dari kelompok-kelompok
dengan dengan partai politik. Kelompok keluarga dan keturunan etnik, regional, status,
kepentingan adalah setiap organisasi yang dan kelas yang menyatakan kepentingan
berusaha mempengaruhi kebijaksanaan secara kadangkala melalui individu-individu,
pemerintah tanpa pada waktu yang sama, dan kepala keluarga atau pemimpin agama, dan
tidak berkehendak memperoleh jabatan semacam itu. Secara teoritis, kegiatan
publik. Sebaliknya partai politik benar-benar kelompok kepentingan ini merupakan ciri
bertujuan untuk menguasai jabatan publik, masyarakat belum maju, di mana kesetiaan
yaitu jabatan politik maupun pemerintahan. kesukuan atau keluarga-keluarga aristokrat
Kelompok kepentingan juga beda dengan mendominasi kehidupan politik dan cukup
kelompok penekan. Kelompok kepentingan terorganisir.
pada dasarnya bertujuan mengartikulasikan
kepentingan anggota-anggota kelompoknya 3. Kelompok Institusional
agar dapat tercipta sebuah keputusan Kelompok kepentingan ini bersifat formal
pemerintah yang dapat menampung artikulasi dan memiliki fungsi-fungsi politik atau sosial
kepentingan anggota-anggota kelompoknya. lain disamping artikulasi kepentingan.
Kelompok penekan secara sengaja Organisasi seperti partai politik, korporasi
mengelempokkan diri untuk satu tujuan khusus bisnis, badan legislatif, militer,
setelah itu bubar dan secara khusus pula birokrasi, dan gereja seringkali
berusaha mempengaruhi mendukung kelompok kepentingan
atau menekan para pejabat pemerintah institusional. Bila kelompok-kelompok
untuk menyetujui tuntutan mereka (Ramlan kepentingan institusional sangat berpengaruh,
Surbakti, 1992). biasanya akibat dari basis organisasinya yang
Jenis-jenis kelompok kepentingan kuat.
menurut Gabriel A. Almond:
1. Kelompok Anomik 4. Kelompok Asosiasional
Kelompok-kelompok anomik ini Kelompok ini meliputi serikat buruh,
terbentuk di antara unsur-unsur dalam kamar dagang atau perkumpulan usahawan
masyarakat secara spontan dan hanya dan industrialis, paguyuban, persatuan-
seketika, dan karena tidak memiliki nilai-nilai persatuan yang diorganisir oleh kelompok-
dan norma- norma yang mengatur, kelompok kelompok agama dan lain sebagainya. Secara
ini sering bertumpang tindih (overlap) dengan khas kelompok ini menyatakan kepentingan
bentuk- bentuk partisipasi politik non- dari suatu kelompok khusus, memakai
konvensional, seperti demonstrasi, kerusuhan, prosedur teratur untuk merumuskan
tindakan kekerasan politik dan sebagainya. kepentingan dan
Sehingga apa yang dianggap sebagai perilaku tuntutan. Kelompok ini bila diijinkan
anomik mungkin saja tidak lebih dari tindakan untuk berkembang, cenderung dapat
kelompok-kelompok terorganisir (bukan menentukan perrkembangan dari jenis
kelompok anomik). Yang menggunakan cara- kelompok kepentingan yang lain.
cara non-konvensional atau kekerasan seperti Kelompok kepentingan dengan sumber
“gerilya kota”. Apabila kelompok terorganisir daya manusia yang berkualitas jelas akan lebih
tidak ada atau tidak terwakili secara memadai menguatkan posisi kelompok kepentingan
Description:Tudingan ini dikemukakan Komunitas. Nol Sampah Peksia Unair. Koordinator Komunitas Nol Sampah . Abahlali baseMjondolo yang menuntut.