Table Of ContentREDESAIN HELM MILITER UNTUK SISWA TNI AL
DI PUSAT LATIHAN PENDIDIKAN DASAR MILITER, KOBANGDIKAL
Oleh :
Beni Rusdianto*, Sritomo Wignjosoebroto**, Dyah Santhi Dewi **
Abstrak
Proses pendidikan pertama siswa TNI AL merupakan salah satu bentuk pendidikan yang akan
menjadi dasar ke jenjang pendidikan militer selanjutnya. Tentunya keberadaan kelengkapan perorangan
dalam menjalani kegiatan pendidikan militer ini sangat dibutuhkan. Salah satu bentuk perlengkapan
peorangan tersebut adalah helm militer. Keberadaan helm militer pada saat ini dirasakan tidak sesuai
dengan anatomi kepala siswa pendidikan pertama (Dikma) dan pendidikan pembentukan (Diktuk) sehingga
dirasakan kurang nyaman dalam pemakaiannya.
Penerapan ergonomi sebagai bentuk disiplin ilmu dalam berbagai bidang yang menyangkut
manusia dan lingkungan kegiatannya, berkembang sangat pesat. Dalam kaitannya ini diharapkan ergonomi
dapat membantu memecahkan masalah dengan merancang suatu helm militer bagi siswa Dikma dan Diktuk
yang memenuhi syarat-syarat ergonomi.
Dalam penerapan ilmu ergonomi untuk merancang helm militer ini, dibutuhkan data
anthropometri dan kontur kepala para siswa Dikma dan Diktuk. Pengujian-pengujian secara statistik yang
dilaksanakan diharapkan dapat mewakili populasi, yang pada akhirnya penyesuaian peralatan kerja
terhadap manusia selalu akan menjadi tujuannya serta kenyamanan dan hasil akhir yang maksimal bisa
tercapai.
Kata Kunci: Ergonomi, Antropometri, Proses Perancangan Produk
BAB I PENDAHULUAN sehingga dalam kegiatan latihan sehari-hari,
dimana keamanan dan keselamatan, sangat
1.1 Latar Belakang
diperlukan untuk kelancaran dalam pelaksanakan
Perlengkapan perorangan lapangan pada
kegiatan pendidikan dan latihan tersebut.
dasarnya adalah perlengkapan yang bersifat
Kondisi helm yang berada di Pusat Latihan
mutlak mendukung seorang prajurit TNI di
Pendidikan Dasar Militer (Puslatdiksarmil) pada
dalam melaksanakan tugasnya, baik itu latihan
saat sekarang:
maupun pertempuran yang sebenarnya. Karena
a. Helm hanya memiliki satu tali pengikat.
jati diri prajurit TNI merupakan prajurit
b. Tali pengikat kepala bagian dalam hanya
lapangan, sehingga diperlukan perlengkapan
berupa tali pita nilon, tanpa penyerap keringat.
khusus perorangan untuk melaksanakan tugas,
c. Bentuk dan bahan tali bagian dalam
pendidikan ataupun latihan di lapangan. Salah
menyulitkan siswa untuk membersihkan dan
satu bentuk perlengkapan tersebut adalah sebuah
merawat helm.
helm militer yang memiliki spesifikasi keamanan
d. Tidak terdapat tali penyangga bagian leher,
dan kenyamanan yang baik sehingga tidak
seperti halnya helm militer standar.
mengganggu jalannya proses pelaksanakan tugas
e. Pada tali dagu tidak terdapat tutup dagu.
atau latihan yang sedang berlangsung.
Selain itu dapat dilihat juga tabel keluhan-
Salah satu tugas pokok TNI-AL adalah
keluhan yang dialami para siswa Pendidikan
mendukung personil dalam melaksanakan
Bintara (Dikba) pada saat mereka memakai
kegiatannya, baik itu operasi militer, pendidikan
helm. Keluhan-keluhan tersebut bisa dilihat dari
ataupun latihan, sehingga kegiatan yang sedang
tabel di bawah ini.
berjalan bisa dilaksanakan tanpa kendala. Oleh
karena itu bentuk dari sebuah dukungan itu No Keluhan Jumlah Persentase
1 Sakit pada kulit kepala 77 79,38%
adalah menyediakan perlengkapan perorangan
2 Sakit pada lingkar kepala 79 81,44%
agar personil tersebut bisa melaksanakan 3 Sakit pada dahi 72 74,23%
4 Sakit pada bagian belakang kepala 76 78,35%
kegiatan tugas, pendidikan dan latihan dengan
5 Sakit pada bagian leher 75 77,32%
baik. Dukungan perlengkapan perorangan itu 6 Sakit pada bagian dagu 52 53,61%
salah satunya adalah penyediaan helm yang tepat
Sebagai pendukung, peranan helm militer di
bagi siswa dan sesuai ukuran kepala yang
lembaga pendidikan, khususnya pendidikan
memakainya selama pendidikan pertama
pertama (Dikma) dan pendidikan pembentukan
(Dikma) dan pendidikan pembentukan (Diktuk)
(Diktuk), sudah tidak dapat dipisahkan lagi
berlangsung.
dengan aktivitas siswa. Dalam kegiatan-kegiatan
Perlengkapan perorangan berupa helm yang
yang bersifat darurat/segera peran helm tidak
ada, masih mempunyai beberapa kekurangan
bisa dipandang sepele. Oleh karena itu perlu
dalam mendukung pelaksanaan kegiatan,
* Pasis STTAL, TI-26
** Dosen ITS, Jurusan Teknik Industri
redesain helm yang ergonomis diharapkan dapat b. b. Semua bahan dan asesoris helm yang
meningkatkan kenyamanan sehingga dirasakan dimaksudkan dapat dipenuhi oleh pihak pabrik.
nyaman dan aman bagi para siswa pendidikan c. c. Semua material yang digunakan pada
(Dikma) dan pendidikan pembentukan (Diktuk) rancangan ulang helm militer sesuai dengan
serta sebagai masukan dalam pengadaan standarisasi TNI.
perlengkapan perorangan lapangan (kaporlap)
yang standar di kalangan TNI-AL. 1.5 Tujuan Tugas Akhir
Dengan demikian jelas bahwa faktor Adapun tujuan dari kegiatan tugas akhir ini
redesain yang ergonomis dari suatu produk, yang adalah:
dalam hal ini produk helm bagi TNI-AL yang a. a. Mengidentifikasikan keinginan atau
ergonomis, menjadi suatu bagian yang sangat kebutuhan para siswa pendidikan pertama dan
penting, baik dari segi kenyamanan maupun pendidikan pembentukan di dalam redesain helm
keamanan pemakai. militer yang ergonomis.
b. b. Mendapatkan sebuah redesain helm yang
1.2 Perumusan Masalah ergonomis dan aman bagi siswa prajurit TNI AL
Berpedoman pada bagian latar belakang yang mengikuti pendidikan pertama dan
masalah, maka perumusan masalah dalam tugas pendidikan pembentukan.
akhir ini adalah:
a. Bagaimana mengidentifikasikan keinginan 1.6 Manfaat Tugas Akhir
atau kebutuhan para siswa Pusat Latihan Hasil dari redesain ini diharapkan:
Pendidikan Dasar Militer (Puslatdiksarmil) yang a. Bagi para siswa prajurit mendapatkan helm
berkaitan dengan rancangan helm, dalam upaya ergonomis yang benar-benar nyaman dan aman
memberikan rancangan helm yang lebih nyaman untuk dipakai.
dan aman? b. Memberikan kepuasan bagi pemakainya dan
b. Bagaimana merancang ulang helm militer menambah nilai tertentu yang layak, misalnya
yang sudah ada bagi siswa Pusat Latihan kesehatan pada kepala pemakai, keselamatan,
Pendidikan Dasar Militer (Puslatdiksarmil) yang kenyamanan dan tidak mengurangi nilai estetika
ergonomis? sehingga diharapkan dapat meningkatkan
semangat belajar dan berlatih bagi para siswa.
1.3 Pembatasan Masalah c. Dapat menjadikan model atau contoh jenis
Pembatasan masalah yang dibahas dibatasi helm militer yang ergonomis di kalangan TNI.
meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Redesain helm ini hanya membahas pada BAB II LANDASAN TEORI
modifikasi bagian dalam helm.
2.1 Sejarah Helm
b. Data antropometri yang digunakan
Sejarah kemunculan helm telah lahir sejak
berdasarkan siswa pendidikan pertama Bintara
zaman Yunani kuno. Pada zaman ini helm
yang sedang melaksanakan pendidikan karena
merupakan bagian dari teknologi perang yaitu
dalam kegiatan pengukuran antropometri kepala
sebagai pelengkap dari baju zirah/baju besi.
di Puslatdiksarmil yang ada hanya siswa
Melihat peranannya yang cukup penting untuk
pendidikan pertama Bintara.
melindungi kepala penggunanya dari ancaman
c. Pengambilan data primer berupa ukuran
senjata-senjata musuh maka helm terus
antropometri kepala tidak membedakan jenis
berkembang luas.
kelamin.
Helm dianggap sebagai pelindung paling
d. Analisa biaya tidak diikutkan dalam
efektif bagi kepala dari tebasan senjata lawan,
pembahasan.
lesatan anak panah, atau bahkan bidikan peluru
e. Analisa ergonomi yang dilakukan hanya
berkecepatan rendah (dari senapan awal seperti
berkaitan dengan analisa antropometri kepala.
arquebus). Alhasil hingga zaman Romawi
f. Redesain helm ini sesuai dengan kondisi
Klasik, abad pertengahan sampai akhir abad 17,
kota Surabaya, dimana Pusat Latihan Pendidikan
keberadaan helm sebagai perlengkapan pakaian
Dasar Militer, Kobangdikal berada.
perang ini terus berkembang secara luas, baik di
Eropa bahkan sampai ke Jepang.
1.4 Asumsi
Sayangnya perkembangan senjata api
Agar dalam pemecahan masalah lebih
sangatlah cepat. Dengan kemampuan ilmu
terarah maka terdapat beberapa asumsi sebagai
pengetahuan manusia, maka kecepatan peluru
berikut:
pun semakin tinggi. Akibatnya sejak tahun 1670
a. Keinginan siswa pendidikan pertama yang
penggunaan helm mulai menurun karena
diukur, bisa mewakili sebagian besar keinginan
dianggap tidak efektif lagi untuk melindungi
para siswa prajurit TNI AL yang sedang
penggunanya. Sampai akhirnya pada abad 18,
mengikuti pendidikan.
para infantri tidak ada lagi yang mengenakan
helm sama sekali.
Namun ternyata riwayat helm tidak berakhir sebagai alat pelindung kepala terhadap pukulan,
sampai di situ saja. Meski kecepatan peluru benturan, tembakan dan benda-benda tajam,
sudah tak terukur lagi, akhirnya banyak kalangan keras serta pecahan-pecahan granat/bom.
yang tetap memandang keberadaan helm sebagai
pelindung yang efektif. Hal itu berdasarkan 2.3 Macam-Macam Helm Militer TNI
pemikiran bahwa semua tergantung dari Macam-macam helm yang dimiliki oleh
teknologinya dan kualitas bahan yang digunakan. Tentara Nasonal Indonesia ada 2 macam:
Akhirnya pada era Napoleon, penggunaan 1. Helm Jerman (two in one)
helm kembali dikukuhkan bagi prajurit kavaleri. 2. Helm US (baja)
Ketika sedang maraknya penggunaan artileri
berat pada Perang Dunia I, helm telah mampu 2.4 Ergonomi
menunjukkan fungsinya dalam mengurangi 1 Pengertian Ergonomi
korban akibat serpihan bom. Pembuktian ini Ergonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu
menjadikan helm kembali marak digunakan oleh dari kata “Ergos” yang berarti kerja dan “Nomos
militer sepanjang waktu kemudian. Sejak ” berarti hukum. Maka, ergonomi dapat diartikan
pecahnya Perang Dunia II hingga sekarang ini sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam
pun helm masih diwajibkan sebagai peralatan lingkungan kerjanya yang ditinjau secara
standar bagi prajurit. anatomi, fisiologi, psikologi, engineering,
manajemen dan desain. Dalam hal ini ergonomi
2.2 Pengertian Helm dimaksudkan sebagai suatu ilmu yang
1. Kamus Besar Bahasa Indonesia mempelajari manusia dalam kaitannya dengan
Helm adalah topi pelindung kepala yang pekerjaan. Ergonomi, juga merupakan suatu
dibuat dari bahan yang tahan benturan (dipakai aturan atau norma dalam suatu sistem kerja
tentara, anggota barisan pemadam kebakaran, (Wignjosoebroto, 2003).
pekerja tambang, penyelam sebagai bagian dari Menurut Kroemer (2001), Ergonomi
pakaian selam, pengendara sepeda motor dsb) diartikan sebagai “the application of scientific
2. Cambridge, Internastional Dictionary Of principles, methods and data drawn from a
English variety of disciplines to development of
Helm adalah topi yang kuat dan keras yang engineering systems in which people play a
berfungsi sebagai penutup dan pelindung kepala. significant role”.
Ada perbedaan tipe untuk tiap perbedaan Ergonomi juga merupakan salah satu dari
kegunaan. persyaratan untuk mencapai desain yang
3. Webster’s World University Dictionary qualified, certified dan customer need (Wardani,
Helm adalah suatu potongan kulit untuk 2003). Ilmu ini akan menjadi suatu keterkaitan
perlengkapan perang untuk kepala, penutup dan yang simultan dan menciptakan sinergi dalam
pelindung untuk kepala dalam olahraga dan pemunculan gagasan, proses desain dan desain
perang. final.
4. Oxford, Advance Learner’s Dictionary Salah satu tujuan penelitian ini adalah
Helm adalah salah satu jenis topi yang keras mendapatkan rancangan ulang helm militer yang
untuk melindungi bagian kepala, misalnya yang aman dan nyaman. Aspek kenyamanan dapat
dikenakan oleh polisi, tentara atau seseorang dipenuhi dengan melakukan analisa melalui sisi
yang memainkan olahraga tertentu. keilmuan ergonomi.
5. Wikipedia Indonesia
Helm (dari bahasa Belanda Helm) adalah 2. Pengertian Antropometri
bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di Istilah antropometri sendiri berasal dari kata
kepala dan biasanya dibuat dari metal atau bahan ”Anthro” yang berarti manusia dan ”Metri” yang
keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau berarti ukuran. Antropometri adalah suatu
plastik. Helm biasanya digunakan sebagai kumpulan data numerik yang terkait dengan
perlindungan kepala untuk berbagai aktivitas karakteristik fisik manusia, ukuran, bentuk dan
pertempuran (militer), atau aktivitas sipil seperti kekuatan serta bagaimana implementasi dari data
olahraga, pertambangan, atau berkendara. Helm tersebut untuk penanganan masalah desain
dapat memberi perlindungan tambahan pada (Stevenson, 1989; Nurmianto, 1998).
sebagian dari kepala (bergantung pada Antropometri juga dinyatakan sebagai suatu
strukturnya) dari benda jatuh atau berkecepatan studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi
tinggi. tubuh manusia (Wignjosoebroto, 2003).
6. Drs. Eko Misrianto (Buletin Balitbang Antropometri juga dinyatakan sebagai
Dephan, ”Sekilas Helm Militer dan Peluang pengukuran dimensional fisik tubuh manusia
Pemberdayaan di Lapangan”) atau fungsi-fungsi dari tubuh termasuk
Helm militer adalah helm perorangan didalamnya dimensi linier, berat tubuh sampai
dipergunakan tugas operasi yang berfungsi range dari gerakan anggota tubuh.
Pengukuran-pengukuran ini perlu dilakukan 4. Dari setiap luas kelas atau nilai probabilitas
karena pada dasarnya manusia memiliki ukuran, tersebut dikaitkan dengan jumlah data, maka
bentuk tubuh dan berat yang berbeda satu dengan didapat hasil berupa frekuensi ekspektasi (E)
i
yang lainnya. Anthropometri secara luas akan yang diharapkan (E = LZ x N ).
i
digunakan sebagai pertimbangan-pertimbangan 5. Frekuensi pengamatan (Q) adalah frekuensi
i
ergonomis dalam mengkaji interaksi manusia dari daftar distribusi frekuensi.
dengan lingkungan sekitarnya. Rumus uji distribusi normal:
∑(Q - e )2
2.5 Metode Statistik X2 = i i
e
Proses mengolah data dalam tugas akhir ini i
digunakan beberapa rumus statistik. Untuk data Keterangan : Q = Frekuensi pengamatan
i
pengukuran digunakan perhitungan mean (nilai e = Frekuensi yang diharapkan
i
rata-rata), nilai standar deviasi, uji normalitas 6. Untuk menghitung nilai Z digunakan rata-
data, uji keseragaman data, uji kecukupan data rata (mean) dan standard deviasi dari himpunan
dan perhitungan persentil. Sedangkan data data dengan rumus :
berupa hasil kuisioner diuji dengan uji validitas
X X
dan uji reliabilitas. Sedangkan untuk Zi iSD
pengambilan sampel minimum dalam suatu
populasi dipakai persamaan Bernoulli. 7. Derajat kebebasan dari distribusi chi kuadrat
sama dengan : K – 2 – 1.
1. Mean (Nilai Rata-Rata)
8. Data distribusi normal apabila X2 X2
hitung
Mean (X ) adalah nilai rata-rata yang
tabel
dihitung dari sekelompok data tertentu. Rumus
mean (nilai rata-rata) dinyatakan sebagai berikut: 4. Uji Keseragaman Data
∑ Pengujian keseragaman data dilakukan
Xi
untuk mengetahui homogenitas data atau untuk
X =
n mengetahui tingkat keyakinan tertentu data yang
diperoleh seluruhnya berada dalam batas kontrol.
Dimana: ∑ Xi = Jumlah semua nilai X ke i
Data yang terlalu ekstrim sewajarnya dibuang
n = jumlah sampel yang diteliti
dan tidak dimasukkan dalam perhitungan
selanjutnya.
2. Standar Deviasi
Ada dua batas kontrol, yakni :
Standar Deviasi (SD) adalah simpangan
a. Batas Kontrol Atas (BKA) atau Upper
yang dibakukan dari data yang dihitung. Rumus
Control Limit (UCL)
standar deviasi dinyatakan sebagai berikut:
BKA X KX
n∑Xi2-(∑Xi)2
3. Batas Kontrol Bawah (BKB) atau Lower
SD=
n(n-1) Control Limit (LCL).
Dimana: ∑ Xi2 = Jumlah semua nilai X ke i BKB X KX
dikuadratkan
∑ Xi = Jumlah semua nilai X ke i
Dalam hal ini, harga K (tingkat kepercayaan)
n = Jumlah sampel yang diteliti
berkisar antara untuk tingkat kepercayaan 99 %,
harga K = 3
3. Uji Normalitas Data
Pengujian normalitas dimaksudkan untuk Batas Kontrol Atas (BKA) = X + 3(SD)
mengetahui apakah data hasil pengukuran
Batas Kontrol Bawah (BKB) = X - 3(SD)
berdistribusi normal atau tidak, sehingga
nantinya memudahkan dalam pengolahan
5. Uji Kecukupan Data
datanya. Uji distribusi tersebut dengan
Uji kecukupan data bertujuan untuk
menggunakan distribusi Chi Kuadrat (X2),
mengetahui apakah data hasil pengukuran
adalah sebagai berikut :
dengan tingkat kepercayaan dan tingkat
1. Data disusun dalam daftar distribusi
ketelitian tertentu jumlahnya telah memenuhi
frekuensi.
atau tidak. Untuk menetapkan berapa jumlah
2. Cari nilai Z pada setiap batas bawah kelas.
observasi yang seharusnya dibuat (N1) , maka
3. Dari setiap nilai Z dicari luasnya
terlebih dahulu harus ditetapkan tingkat
berdasarkan daftar distribusi normal standar (LZ
kepercayaan (convidence level) dan derajat
= LZ – LZ ).
1 2 ketelitian (degree of accuracy) untuk pengukuran
rancangan.
k N∑X2-(∑X)2 2 Dimana : x = skor tiap-tiap variabel
N1 = s ∑ y = skor total tiap responden
X
N = jumlah responden
Dimana: N = Jumlah data yang didapat
Setiap variabel yang dihipotesakan akan diukur
X = Data yang didapat dari
korelasinya dan dibandingkan dengan melihat
pengamatan.
angka kritisnya. Cara melihat angka kritis adalah
N1 = Jumlah pengamatan yang
dengan melihat baris N-2 pada tabel korelasi
diperlukan
nilai r.
k = harga indeks confidence
(tingkat kepercayaan)
8. Uji Reliabilitas
s = tingkat ketelitian
Uji reliabilitas digunakan untuk melihat
tingkat konsistensi dari responden tehadap
6. Perhitungan Persentil
variabel yang ada sehingga data yang diperoleh
Persentil adalah suatu nilai yang
akan cenderung memberikan hasil yang sama
menyatakan prosentase tertentu dari sekelompok
(konsisten).
orang yang dimensinya sama atau lebih rendah
dari nilai tersebut. Persentil ke-95 akan Rumus untuk koefisien variansi (dengan
menunjukan populasi 95% populasi berada pada Cronbrach) adalah sebagai berikut :
atau dibawah ukuran tersebut, sedangkan MV V
persentil ke-5 akan menunjukan 5% populasi R t x
tt M 1V
berada pada atau diatas ukuran itu. t
Umumnya ada beberapa nilai persentil yang Dimana : V = variansi total
t
sering dipergunakan, yaitu seperti terlihat pada V = variansi butir
x
tabel di bawah ini. M = jumlah butir
NO PERSENTIL KALKULASI 9. Persamaan Bernoulli
Dalam penyebaran kuisioner untuk
1. 1 st X – 2,325 x
menentukan jumlah sampel minimumnya
2. 2,5 th X – 1,960 x diperoleh dari persamaan Bernoulli yaitu:
3. 5 th X – 1,645 x (Z )2p.q
4. 10 th X – 1,280 x N ≥ α/e22
5. 50 th X Dimana: N = Jumlah sampel minimum
6. 90 th X + 1,280 x Z = Nilai distribusi normal
e = Tingkat kesalahan
7. 95 th X + 1,645 x
p = Proporsi jumlah kuisioner yang
8. 97,5 th X + 1,960 x dianggap benar
9. 99 th X + 2,325 x q = Proporsi jumlah kuisioner yang
dianggap salah
7. Uji Validitas
2.6 Proses Perancangan Produk
Uji validitas berguna untuk mengukur
Dalam melakukan proses perancangan
apakah kuisioner tersebut stabil, akurat dan
produk, ada tahap-tahap yang harus dilalui
unsur-unsurnya homogen.
(Ulrich & Eppinger, 2000). Tahapan-tahapan
Pengujian validitas ini dilakukan dengan
tersebut adalah sebagai berikut:
internal validity, dimana kriteria yang dipakai
a. Identifikasi Customer Needs (Kebutuhan
berasal dari dalam alat tes itu sendiri dan
Pengguna )
masing-masing item tiap variabel dikorelasikan
Identifikasi kebutuhan pengguna merupakan
dengan nilai total yang diperoleh dari koefisien
bagian penting dari fase pengembangan produk
korelasi rendah dan tingkat signifikan, maka item
sebab digunakan untuk menetapkan spesifikasi
yang bersangkutan gugur, taraf signifikan yang
produk, membuat konsep produk dan menyeleksi
digunakan adalah 5%. Perhitungan korelasi pada
konsep produk untuk pengembangan
masing-masing variabel dengan skor total
selanjutnya.
menggunakan rumus teknik korelasi “produk
b. Concept Generation (Pembuatan konsep)
moment “ yang dirumuskan sebagai berikut:
dan Specification
Nxyxy Proses penyusunan konsep yang terstruktur akan
r
Nx2x2 Ny2y2 12 mengurangi kemungkinan kesalahan/masalah
yang merugikan. Kemudian penyusunan BAB IV PENGUMPULAN DAN
spesifikasi rancangan. PENGOLAHAN DATA
c. Concept Selection (Pemilihan Konsep)
Penyelesaian konsep merupakan proses menilai 4.1 Pengumpulan Data
konsep dengan pertimbangan kebutuhan Dikumpulkan data-data baik data primer
pengguna dan kriteria lainnya dengan maupun sekunder. Data primer diperoleh dari
membandingkan kekuatan dan kelemahan pengukuran langsung antropometri kepala para
konsep serta memilih satu atau lebih konsep siswa, baik pria maupun wanita, yang diukur
untuk penyelidikan atau pengembangan lebih bersama-sama secara random dan hasil dari
lanjut. kuisioner serta wawancara terstruktur dengan
d. Concept Testing (Uji Konsep) pihak-pihak yang berkepentingan dengan desain
Setelah pelaksanaan concept selection, langkah helm militer yaitu siswa itu sendiri. Selain itu,
berikutnya adalah concept testing dimana konsep data sekunder seperti data antropometri orang
ini digunakan untuk meyakinkan bahwa Indonesia dan data-data teknis helm militer
kebutuhan pelanggan telah terpenuhi. didapat melalui badan-badan militer terkait dan
e. Pembuatan Prototype/PengembanganProduk beberapa literatur yang telah ada.
Pembuatan Prototype ini digunakan untuk
menjelaskan fungsi produk, aspek ergonomi dan 1. Data Aspek Ergonomi
kesuaian dengan customer needs. Pada aspek ergonomi, data yang
dikumpulkan adalah data antropometri kepala
BAB III METODE PENELITIAN orang Indonesia dan data teknis helm militer
yang dipakai.
Ada 5 tahap yg ditempuh dalam tugas akhir
ini dan seluruhnya dijelaskan dalam gambar di
a. Data Antropometri
bawah.
Data antropometri yang dikumpulkan adalah
Tahapan-tahapan tersebut adalah:
data antropometri kepala orang Indonesia pria
1. Tahap Identifikasi, Perumusan Masalah,
dan wanita. Data ini adalah data sekunder yang
Batasan dan Tujuan
didapat dari buku Nurmianto (1998).
2. Tahap Studi Literatur dan Observasi
Lapangan DIMENSI (dalam mm) 5th 50thPRIA95th S.D. 5th 50WthANITA95th S.D.
3. Tahap Penentuan Variabel 1 panjang kepala 166 176 186 6 158 168 178 6
2 lebar kepala 132 140 148 5 121 129 137 5
4. Tahap Pengumpulan Data 3 diameter maksimum dari dagu 217 230 243 8 198 209 221 7
4 dagu ke puncak kepala 192 203 215 7 185 196 208 7
5. Tahap Pengolahan Data 5 telinga ke puncak kepala 70 77 84 4 69 74 79 3
6 telinga ke belakang kepala 62 67 72 3 59 64 69 3
6. Tahap Analisa dan Interpretasi Hasil 7 antara dua telinga 48 51 54 2 45 48 51 2
8 mata ke puncak kepala 19 21 23 1 16 18 20 1
7. Tahap Kesimpulan dan Saran 9 mata ke belakang kepala 19 21 23 1 15 17 19 1
10 antara dua pupil mata 18 20 22 1 15 17 19 1
11 hidung ke puncak kepala 16 18 20 1 13 15 17 1
12 hidung ke belakang kepala 74 81 88 4 68 73 78 3
13 mulut ke puncak kepala 88 98 108 6 82 89 96 4
Mulai 14 lebar mulut 68 75 82 4 64 59 74 3
Identifikasi dan perumusan
masalah
Untuk data awal dalam tugas akhir ini
Penentuan batasan dan
tujuan tugas akhir adalah data primer ukuran antropometri kepala
Tahap 1
Studi literatur: siswa Dikba Angkatan XXVII TA 2007 pria dan
1. Studi ttg aspek ergonomi
2. Studi ttg antropometri Observasi lapangan:
3. Studi ttg metode statistik Observasi helm militer yang ada wanita sebanyak 60 orang siswa. Sudah
3. Studi ttg perancangan produk
4. Penelitian terdahulu Tahap 2 diketahui sebelumnya bahwa pengambilan data
Pemilihan variabel-variabel yang akan menjadi obyek tugas akhir Tahap 3 primer ini secara random dimana seluruh siswa
yang menjadi objek pengukuran dicampur dan
Data aspek ergonomi peranDcaatan gaasnp epkro duk
diambil satu per satu tanpa membedakan jenis
--- DDDaaikttbaaa Au (knputrrrioaap ndo aamnne twrtoraip nKoietmap)eatlrai kOerpaanlga Isnisdwoan e sia --- PIDdeaentnagt iuvfiakkuarirasais nmi hdaeitmelmrei anslse hir uehplemalm yang ada Dsmiasilwittaea r KiDdueiiksabilo.an e(rp rdiaa nd aWn awwaanncitaar)a uttekr sktrruitketruiar phaedlma k elaminnya.
Tahap 4
Pengujian Data:
---- UUUUjjjjiiii Pnkkpeeeoescnrrmseugerkuaanujligitpatialaan smn d dadaanatat tada:ata (SPuumslmatadriyk skaormmpil adraans i Baanbtaerk h TeNlmI) Iddeannt ifpikeams-- biUU okjjrbii itVRoetaeraillaniida aikbtarwiliistatealr sihae plmro didueka l 3
yang diinginkan
Tahap 5
Analisa data:
1. Analisa data aspek ergonomi
2. Analisa data aspek perancangan produk
1. Identifikasi kePbeuntyuuhsaunn paenn kgognusneap produk:
23.. KPeomnsileilpihtuaanl iksoanssi edpa nra pnecnaynugsaunnan spesifikasi rancangan
Bagian-Bagian Kepala yang menjadi Objek
Pembuatan prototype
Pengujian prototype dengan Pengukuran
kuisioner pemilihan produk:
12.. UUjjii Vrealilaidbitilaitsas Tahap 6 1) Panjang Kepala,
KesimSpauralann dan Tahap 7 2) Lebar Kepala
Selesai 3) Lingkar Kepala
Flowchart Metode Penelitian Hasil dari pengukuran tersebut dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.
No Panjang Kepala Lebar Kepala Lingkar Kepala
1 16.3 12.9 55.1 Produsen tidak ada
2 15.5 12.8 54.8
3 17.3 12.2 55.0
4 16.5 13.5 56.6 Material aramida/kevlar
5 16.8 11.7 54.4
6 16.7 13.0 56.8
7 15.6 12.8 55.8 Bobot 1,3 kg
8 15.3 11.7 55.7
9 14.9 13.1 54.4
10 16.5 13.4 55.4
11 16.8 13.3 56.0 p l t
1123 1167..79 1133..04 5556..01 Dimensi
14 17.1 13.2 55.3 26 - 31 21 - 27 14 - 19
15 15.6 11.6 57.7
16 15.6 13.2 53.8
17 16.5 12.2 54.2
18 14.7 13.6 55.2 Warna Hijau TNI
19 16.0 14.3 56.6
20 16.5 12.6 53.2
21 15.6 12.3 54.4
22 14.9 13.6 56.1 Kondisi helm di Babek TNI pada saat sekarang:
23 18.3 13.2 54.5
24 15.6 12.2 56.6 a. Bagian depan sebelah dalam diberi
25 17.6 13.5 56.9
26 15.4 13.6 53.8 pengaman dari busa yang dibungkus kulit.
27 17.0 13.8 55.5
28 16.7 13.2 55.0 b. Tali pengikat kepala bagian dalam masih
29 15.2 14.0 54.3
30 15.3 11.7 54.6 versi yang lama dan bersifat permanen tapi sudah
31 16.6 12.5 55.7
32 16.1 14.5 55.7
33 17.0 11.6 55.4 terdapat penyerap keringat.
34 15.9 14.0 54.1
35 16.3 13.4 54.8 c. Sudah terdapat tali penyangga bagian leher.
36 18.0 11.9 55.5
37 16.6 14.2 56.5 d. Di bagian tali dagu sudah terdapat tutup
38 18.8 12.2 53.1
39 15.6 13.8 54.4 dagu.
40 15.3 12.4 56.1
41 16.8 12.7 55.2
42 15.6 14.1 54.7
43 14.5 11.6 53.7
44 16.7 12.5 54.4 2. Data Aspek Perancangan Produk
45 14.9 13.5 54.7
46 16.5 13.8 54.2 Pada aspek perancangan produk, data yang
47 16.3 11.2 54.4
48 15.4 14.3 55.7 diambil adalah data primer dari hasil kuisioner
49 16.5 13.8 53.3
50 15.8 14.1 54.4 yang bertujuan untuk mendapatkan kriteria helm
51 17.5 11.9 54.0
52 16.7 13.6 56.0 militer yang ideal. Pada kegiatan kuisioner ini
53 16.4 12.6 55.3
5545 1166..32 1122..09 5555..79 responden yang dilibatkan adalah siswa
56 15.7 12.6 57.0
57 15.9 13.1 54.1 pendidikan Bintara (Dikba) pria dan wanita
58 15.6 12.8 54.4
59 14.8 12.2 53.6 berjumlah 100 responden dari 476 orang.
60 15.1 13.1 55.4
Untuk tugas akhir ini proporsi jumlah
b. Data Teknis Helm yang ada di kuisioner yang dianggap benar adalah 95% dan
Puslatdiksarmil proporsi jumlah kuisioner yang dianggap salah
adalah 5% maka jumlah sampel minimum yang
Asal Pusdiksarmil, Kobangdikal didapatkan dari rumus persamaan Bernoulli
Type Jerman (two in one) yaitu:
Produsen tidak ada (1,96)2
N ≥ x(0,95)x(0,05)
(0,05)2
Material ebonit
N ≥ 72,99 ≈73
Bobot 1,6 kg
Berdasarkan perhitungan tadi diperkirakan
p l t
jumlah proporsi kuisioner yang dianggap benar
Dimensi
25 - 28 22 - 24 14 - 17 adalah 0,95 dan jumlah proporsi yang dianggap
salah adalah 0,05 maka diperlukan sampel
Warna Hijau TNI
minimum sebesar 73. Pada tugas akhir ini jumlah
sampel yang digunakan adalah sebanyak 97
Kondisi helm yang berada di Puslatdiksarmil
responden maka jumlah tersebut sudah
pada saat sekarang:
memenuhi syarat kecukupan Bernaulli. Pada
a. Helm hanya memiliki satu tali pengikat.
tabel di bawah ini dapat dilihat jumlah kuisioner
b. Tali pengikat kepala bagian dalam hanya
berupa tali pita nilon, tanpa penyerap keringat. yang sah.
c. Bentuk dan bahan tali bagian dalam
Jumlah kuisioner yang disebarkan Kuisioner cacat Kuisioner sah
menyulitkan siswa untuk membersihkan dan 100 3 97
merawat helm. Hasil kuisioner aspek perancangan produk
d. Tidak terdapat tali penyangga bagian leher, adalah sebagai berikut:
seperti halnya helm militer standar. No Variabel Persentase
1 frekwensi pemakaian helm 8-12 jam (47.42%)
e. Pada tali dagu tidak terdapat tutup dagu. 2 keluhan yg dialami pd saat pemakaian helm
ab.. ssaakkiitt ppaaddaa klinuglitk aker pkaelpaala YYaa ((7891..3484%%))
c. Data Teknis Helm di Babek TNI cd.. ssaakkiitt ppaaddaa dbaahgiian belakang kepala YYaa ((7748..2335%%))
e. sakit pada leher Ya (53.61%)
f. sakit pada dagu Ya (77.32%)
Asal Babek TNI 3 kondisi lingkungan tempat pendidikan Panas (56.70%)
4 frekwensi menemukan helm yang rusak Ya (52.58%)
5 kenyamanan helm Tidak (79.38%)
Type Jerman (two in one) 6 alasan helm jika dirasa tidak nyaman Lembab dan Bau (26.80%)
7 perlunya perbaikan desain helm Ya (79.38%)
8 perbaikan yang diinginkan Nyaman di Kepala (40.12%)
4.2 Pengolahan Data
8. 97,5 th 16,20 + 1,960 (0,92) = 17,99
1. Pengolahan Data Aspek Data Ergonomi
a. Metode Statistik 9. 99 th 16,20 + 2,325 (0,92) = 18,33
1) Mean
Mean (X ) adalah nilai rata-rata yang b) Lebar Kepala
dihitung dari sekelompok data tertentu.
NO. PERSENTIL KALKULASI
Dimensi Panjang Kepala Lebar Kepala Lingkar Kepala
1. 1 st 12,96 – 2,325 (0,82) = 11,05
rata-rata 16.20 12.96 55.10
2. 2,5 th 12,96 – 1,960 (0,82) = 11,35
2) Standar Deviasi
3. 5 th 12,96 – 1,645 (0,82) = 11,.61
Standar Deviasi (SD) adalah simpangan
yang dibakukan dari data yang dihitung. 4. 10 th 12,96 – 1,280 (0,82) = 11,91
rataD-riamtaensi Panja1n6g.2 K0epala Leba1r2 K.9e6pala Lingk5a5r. 1K0epala 5. 50 th 12,96
standar deviasi 0.92 0.82 1.03
6. 90 th 12,96 + 1,280 (0,82) = 14,01
3) Uji Normalitas Data 7. 95 th 12,96 + 1,645 (0,82) = 14,31
Uji normalitas data bertujuan untuk
8. 97,5 th 12,96 + 1,960 (0,82) = 14,57
mengetahui apakah data yang sedang diuji
berdistribusi normal atau tidak. 9. 99 th 12,96 + 2,325 (0,82) = 14,87
No DIMENSI (dalam cm) N X tabel X hitung Ket c) Lingkar Kepala
1 Panjang Kepala 60 9.49 6.5956 Normal
2 Lebar Kepala 60 9.49 9.2655 Normal NO. PERSENTIL KALKULASI
3 Lingkar Kepala 60 9.49 6.9405 Normal
1. 1 st 55,10 – 2,325 (1,03) = 52,70
4) Uji Keseragaman Data
2. 2,5 th 55,10 – 1,960 (1,03) = 52,71
Uji keseragaman data bertujuan untuk
mengetahui apakah data hasil pengukuran 3. 5 th 55,10 – 1,645 (1,03) = 53,40
memiliki homogenitas data dengan tingkat 4. 10 th 55,10 – 1,280 (1,03) = 53,41
keyakinan tertentu sehingga data tersebut
5. 50 th 55,10
diharapkan berada dalam batas kontrol.
6. 90 th 55,10 + 1,280 (1,03) = 56,42
No DIMENSI (dalam cm) N BKB Rata-Rata BKA Ket
7. 95 th 55,10 + 1,645 (1,03) = 56,80
1 Panjang Kepala 60 13.429 16.197 18.964 Seragam
2 Lebar Kepala 60 10.037 12.958 15.879 Seragam
3 Lingkar Kepala 60 51.934 55.103 58.272 Seragam 8. 97,5 th 55,10 + 1,960 (1,03) = 57,12
9. 99 th 55,10 + 2,325 (1,03) = 57,49
5) Uji Kecukupan Data
Uji kecukupan data bertujuan untuk
b. Komparasi Data Teknis Helm
mengetahui apakah data hasil pengukuran
dengan tingkat kepercayaan dan tingkat
Asal Puslatdiksarmil, Kobangdikal Babek TNI
ketelitian tertentu jumlahnya telah memenuhi
Type Jerman (two in one) Jerman (two in one)
atau tidak.
Produsen Tidak Diketahui Tidak Diketahui
No Dimensi N N' Keterangan
1 Panjang Kepala 60 1,26 cukup Material Ebonit Aramida/Kevlar
2 Lebar Kepala 60 1,58 cukup Bobot 1.6 kg 1.3 kg
3 Lingkar Kepala 60 0,14 cukup Dimensi(cm) p l t p l t
21 -
6) Perhitungan Persentil 25 - 28 22 - 25 14 - 17 26 - 31 27 14 - 19
a) Panjang Kepala Warna Hijau TNI Hijau TNI
Kelebihan bentuk masih standar asesoris standar cukup lengkap
NO. PERSENTIL KALKULASI daya lindung masih bagus daya lindung bagus
Kekurangan asesoris standar kurang jumlah masih terbatas
1. 1 st 16,20 – 2,325 (0,92) = 14,06
pengikat bagian dalam helm
kurang nyaman
masih memakai konsep lama
2. 2,5 th 16,20 – 1,960 (0,92) = 14,40
3. 5 th 16,20 – 1,645 (0,92) = 14,69
2. Pengolahan Data Aspek Perancangan
4. 10 th 16,20 – 1,280 (0,92) = 15,02
Produk
5. 50 th 16,20 a. Uji Validitas
Data bisa dikatakan valid jika nilai r hit > r
6. 90 th 16,20 + 1,280 (0,92) = 17,37
tab.
7. 95 th 16,20 + 1,645 (0,92) = 17,71
No Variabel r hitung r tabel ket yang telah dilaksanakan. Outputnya diurutkan
1 frekwensi pemakaian helm 0.236 0.202 valid
2 keluhan yang dialami pada saat pemakaian helm 0.252 0.202 valid berdasarkan nilai rata-rata terbesar dari masing-
a. sakit pada kulit kepala 0.360 0.202 valid
b. sakit pada lingkar kepala 0.360 0.202 valid masing atribut tersebut. Hasil pengolahan data
c. sakit pada dahi 0.294 0.202 valid
d. sakit pada bagian belakang kepala 0.231 0.202 valid bisa dilihat di tabel di bawah ini.
e. sakit pada leher 0.302 0.202 valid
f. sakit pada dagu 0.207 0.202 valid
3 kondisi lingkungan tempat pendidikan 0.356 0.202 valid No Kriteria Mean
4 frekwensi menemukan helm yang rusak 0.842 0.202 valid 1 Keamanan 4.28
5 kenyamanan helm 0.447 0.202 valid
6 alasan helm jika dirasa tidak nyaman 0.447 0.202 valid 2 Kenyamanan 4.26
7 perlunya perbaiakan desain helm 0.842 0.202 valid
8 perbaikan yang diinginkan 0.489 0.202 valid 3 Kemudahan 3.33
4 Nilai estetika 2.35
b. Uji Reliabilitas
Data bisa dikatakan reliable jika nilai Alpha BAB V ANALISA DAN INTERPRETASI
> nilai standardized item alpha. HASIL
No Alpha Standardized item Alpha 5.1 Analisa Data Aspek Ergonomi
1 0.5791 0.5140 Dalam perancangan ulang ini dipilih ukuran
persentil ke-95 yang diharapkan dapat
c. Pembobotan Kriteria menimbulkan kenyamanan pada para pemakai
Berdasarkan hasil kuisioner tentang dan juga kecenderungan dipakai oleh semua
keluhan-keluhan yang dialami dan harapan orang lebih besar.
perbaikan yang diinginkan oleh pengguna helm
No Objek Pengukuran Persentil ke-95 Ukuran Rata-rata Allowance
maka dihasilkan beberapa kriteria yang akan 1 Panjang Kepala 17.71 16.2 1.51
2 Lebar Kepala 14.31 12.96 1.35
menjadi atribut-atribut utama dalam konsep 3 L ingkar Kepala 56.8 55.1 1.7
rancangan baru. Kriteria-kriteria tersebut adalah
Dari tabel mengenai komparasi variasi helm
bahwa perbaikan rancangan harus meliputi:
yang ada, diketahui bahwa helm yang dipakai di
1. Keamanan
Puslatdiksarmil termasuk ke dalam tipe Jerman
2. Kenyamanan
(two in one). Pada dasarnya, yang dicari dari
3. Kemudahan
komparasi produk-produk helm tersebut adalah
4. Adanya nilai estetika
mencari gambaran spesifikasi produk yang
Untuk memperjelas hasil dari beberapa
aman, nyaman, mudah dalam perawatan dan
atribut diatas maka disusun bobot kriteria yang
pemakaiannya serta tidak mengurangi nilai
akan menjadi patokan perbaikan perancangan
estetika.
yang akan dibuat. Pembobotan ini berdasarkan
Dari kelebihan dan kekurangannya, maka
hasil kuisisoner bobot kriteria produk yang
diformulasikan (untuk kemudian bersama-sama
disebarkan pada para pengguna helm. Hasil
dengan hasil wawancara terstruktur berupa
pembobotan dari kuisioner ini diurutkan
identifikasi kebutuhan pelanggan) menjadi
berdasarkan nilai rata-rata yang paling besar
berupa kriteria-kriteria produk yang akan
dahulu (Ulrich dan Eppinger, 2000).
dirancang yaitu keamanan (kelengkapan
Sebelum dilaksanakan pengolahan data,
proteksi), kenyamanan, kemudahan (perawatan
terlebih dahulu data yang didapat diuji validitas
dan pemakaian) dan ada nilai estetikanya.
dan reliabilitasnya.
5.2 Analisa Data Aspek Perancangan Produk
1. Uji Validitas Untuk mendapatkan kriteria rancangan
Data bisa dikatakan valid jika nilai r hit > r
produk yang benar-benar ideal, maka suara
tab.
pengguna (voice of customer) menjadi sangat
No Kriteria r hitung r tabel ket penting untuk diketahui.
1 Keamanan 0.562 0.202 valid
No Variabel Persentase
2 Kenyamanan 0.573 0.202 valid 1 frekwensi pemakaian helm 8-12 jam (47.42%)
3 Kemudahan 0.607 0.202 valid 2 keluhan yg dialami pd saat pemakaian helm
a. sakit pada kulit kepala Ya (79,38%)
4 Nilai estetika 0.297 0.202 valid
b. sakit pada lingkar kepala Ya (81.44%)
c. sakit pada dahi Ya (74.23%)
d. sakit pada bagian belakang kepala Ya (78.35%)
2. Uji Reliabilitas e. sakit pada leher Ya (77.32%)
Data bisa dikatakan reliable jika nilai Alpha f. sakit pada dagu Ya (53.61%)
3 kondisi lingkungan tempat pendidikan Panas (56.70%)
> nilai standardized item alpha. 4 frekwensi menemukan helm yang rusak Ya (52.58%)
5 kenyamanan helm Tidak (79.38%)
No Alpha Standardized item Alpha 6 alasan helm jika dirasa tidak nyaman Lembab & Bau (26.80%)
7 perlunya perbaikan desain helm Ya (79.38%)
1 0,6321 0,5671 8 perbaikan yang diinginkan Nyaman di Kepala (40.21%)
5.3 Konsep Perancangan
Setelah dilaksanakan pengujian validitas dan
Menurut Ulrich & Eppinger (2000) dalam
reliabilitas, maka dilaksanakan pembobotan
melakukan proses perancangan produk ada
kriteria yang sumber datanya dari hasil
beberapa tahap yang harus dilalui. Tahapan-
pengolahan data kuisioner pembobotan kriteria
tahapan dalam tugas akhir ini adalah sebagai Penjabaran spesifikasi awal rancangan
berikut: adalah sebagai berikut:
f. Identifikasi Kebutuhan Pengguna. 1. Ada bantalan di bagian paling dalam helm
g. Pembuatan konsep dan spesifikasinya. 2. Ada bantalan untuk bagian dahi
h. Pemilihan Konsep. 3. Ada bantalan untuk bagian belakang kepala
i. Pembuatan Prototype. 4. Ada bagian penutup dagu
5. Nyaman dipakai pada kepala
1. Identifikasi Kebutuhan Pengguna 6. Material helm ringan/standar
Tahap pertama dalam melakukan 7. Kelengkapan tali pengikat memenuhi
perancangan produk adalah identifikasi standar
kebutuhan pengguna sudah dilakukan pada 8. Kemudahan dalam pemasangan dan
langkah-langkah pengumpulan dan pengolahan pelepasan helm
data-data aspek ergonomi dan aspek perancangan 9. Kemudahan dalam perawatan
produk. Kebutuhan-kebutuhan pengguna dalam 10. Fleksibel dari sisi antropometri
hal helm militer yang ergonomi adalah:
1. Keamanan 4. Pembuatan Prototype
2. Kenyamanan Ada dua jenis prototype yang dibuat dalam
3. Kemudahan tugas akhir ini yairu prototype 3D dan prototype
4. Adanya nilai estetika fisik. Selanjutnya untuk bentuk prototype helm
bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
2. Pembutan Konsep dan Spesifikasinya
Tahap kedua yaitu konseptualisasi dan
penyusunan spesifikasi rancangan. Kriteria-
kriteria yang didapatkan dari hasil data kuisioner
dibobotkan dengan penilaian yang melibatkan
responden.
Selanjutnya ditentukan penjabaran dari 4
kriteria tadi untuk mendapatkan faktor-faktor
desain yang termasuk kedalam kriteria-kriteria
diatas. Hal ini akan diformalisasikan berdasarkan
hasil pengolahan data aspek ergonomi dan aspek
perancangan produk.
Kriteria Sub Kriteria
Keamanan Melindungi bagian kepala
Ada bantalan untuk bagian
kepala Prototype 3D Helm Militer Hasil Redesain
Kenyamanan
Kelengkapan tali pengikat
Bisa menyerap keringat
Kemudahan dalam perawatan
Kemudahan
Kemudahan dalam pemakaian
Nilai Estetika Terlihat pantas untuk dipakai
3. Pemilihan Konsep
Tahap ketiga adalah melakukan pemilihan
konsep rancangan yaitu bagaimana memperbaiki
desain helm militer yang saat ini digunakan
untuk meningkatkan aspek kenyamanannya.
Konsep desain yang akan dilakukan
berdasarkan 2 aspek yaitu aspek ergonomi dan
aspek perancangan produk (kebutuhan
pengguna). Dari kedua aspek ini, maka Prototype Fisik Helm Militer Hasil Redesain
diformulasikan menjadi kriteria-kriteria helm
militer ideal. Untuk memenuhi kriteria ideal, 5.4 Pengujian Prototype
salah satu ide modifikasi yang dapat dilakukan Pengujian prototype dilakukan dengan
diantaranya adalah mengubah bentuk bagian melaksanakan wawancara berbasis kuisioner
dalam helm. Nantinya konsep perancangan ini terakhir yang berisi tanggapan dari pengguna.
akan menyediakan beberapa bagian yang dinilai Kuisioner ini bertujuan untuk mengetahui
cukup aman dan nyaman bila dipakai. apakah rancangan helm yang baru lebih disukai
atau tidak jika dibandingkan helm yang lama.
Description:anthropometri dan kontur kepala para siswa Dikma dan Diktuk. Pengujian-pengujian secara dalam kegiatan pengukuran antropometri kepala.