Table Of ContentKODE: 248
PEMBAHASAN
SBMPTN KIMIA
2016
DISUSUN OLEH
—Amaldo Firjarahadi Tane—
1
KODE: 248
31.
MATERI: SISTEM PERIODIK UNSUR
Energi pengionan disebut juga energi ionisasi. Setiap unsur bisa mengalami energi
ionisasi berkali-kali, maka ada namanya tingkat energi pengionan. Di dalam soal,
energi pengionan berhenti hingga tingkat kedelapan, belum tentu unsur tersebut
bermuatan stabil. Gimana menentukannya?
Begini, untuk menentukan muatan suatu unsur berdasarkan energi ionisasi didasarkan
pada besarnya energi yang dilepaskan unsur tersebut sebesar-besarnya sehingga
mencapai kestabilan.
Nah, di grafik terlihat lonjakan terbesar terjadi antara energi pengionan ke-6 menuju
pengionan ke-7. Karena potensi (daya) terbesar yang dilepaskan oleh energi ionisasi 6
sangat besar, unsur tersebut terletak pada golongan VIA, artinya bermuatan -2.
JAWABAN: E
2
KODE: 248
32.
MATERI: GEOMETRI MOLEKUL
Soal nomor 32 sudah sangat familiar, toh keluar juga di UN, sering malah. Di soal telah
diketahui bahwa senyawanya adalah X Y, tinggal gambar struktur lewisnya saja seperti
2
gambar di bawah ini: (tanda titik dan silang menunjukkan banyaknya elektron valensi
tiap unsur)
X = 2 8 7 (elektron valensinya 7)
17
Y = 2 6 (elektron valensinya 6)
8
Seperti pada gambar di atas, banyaknya PEI dan PEB adalah 2 pasang pada atom pusat.
So, rumus molekulnya adalah AX E atau bentuk V.
2 2
JAWABAN: C
33.
MATERI: HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA
CARA 1 (dengan mencari rumus senyawanya terlebih dahulu)
1. Mencari perbandingan mol tiap-tiap unsur
mol karbon (C) = 55,8 gram/12 = 4 mol
3
KODE: 248
mol hidrogen (H) = 11,6 gram/1 = 12 mol
mol nitrogen (N) = 32,6 gram/14 = 2 mol
2. Bandingkan seluruh mol hingga mendapatkan angka yang bulat (hukum Proust)
mol C : mol H : mol N
4 : 12 : 2
3. Rumus molekul senyawanya adalah C H N
4 12 2
4. Terlihat hanya terdapat 4 atom karbon pada rumus senyawa tersebut
5. Mencari banyak molekul karbon
N = 6,02 x 1023 x mol x banyak atom
= 6,02 x 1023 x 0,1 mol x 4
= 2,4 x 1023 atom karbon
CARA 2 (menggunakan konsep persentase hukum Proust)
1. Untuk mencari persentase massa suatu unsur dalam suatu senyawa bisa
menggunakan persentase hukum Proust (hukum perbandingan tetap)
% suatu unsur = Ar unsur tsb x banyaknya atom pada senyawa x 100%
Mr senyawa tsb
2. Karena mencari jumlah atom C, cari terlebih dahulu banyaknya atom C pada
senyawa (tidak perlu mencari rumus senyawanya, ribet!)
% unsur C = Ar C x banyaknya atom C x 100%
Mr senyawa
55,8 % = 12 x banyaknya atom C x 100%
86
Banyaknya atom C = 0,558 x 86
12
= 3,9999
= 4 atom karbon
3. Masukkan ke rumus jumlah atom (partikel)
N = 6,02 x 1023 x mol x banyak atom
= 2,4 x 1023 atom karbon
Nah, lebih mudah yang mana? Hehe.
JAWABAN: D
4
KODE: 248
34.
MATERI: STOIKIOMETRI
Pertama, setarakan reaksi pada soal seperti reaksi di bawah!
2NH + CO (NH ) CO + H O
3 2 2 2 2
Hitung jumlah mol amonia dan karbon dioksida!
mol amonia (NH ) = 34 gram/17 = 2 mol
3
mol karbon dioksida (CO ) = 22 gram/44 = 0,5 mol
2
Hitung massa urea, (NH ) CO, menggunakan konsep MBS (Mula-mula, Bereaksi,
2 2
Sisa)!
2NH + CO (NH ) CO + H O
3 2 2 2 2
M 2 mol 0,5 mol - -
B -1 mol -0,5 mol +0,5 mol +0,5 mol
S 1 mol - 0,5 mol 0,5 mol
Tersisa urea sebanyak 0,5 mol, artinya urea tersebut bermassa 30 gram.
JAWABAN: B
35.
MATERI: STOIKIOMETRI DAN HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA
Di soal, terdapat wadah bervolume tetap 5 L, artinya zat kimia apa pun yang
dimasukkan ke dalam wadah, volumenya tidak akan berubah sama sekali. Nah, saat di
masukkan gas N berat keseluruhannya adah 362 gram. Ketika dimasukkan gas X
2
beratnya menjadi 368 gram ketika gas N dikeluarkan dari wadah. Oke, bisa
2
disimpulkan berat N dan gas X masing-masing sebagai berikut.
2
Berat gas N = 362 gram – 350 gram = 12 gram
2
5
KODE: 248
Berat gas X = 368 gram – 350 gram = 18 gram
Di soal juga diketahui bahwa tekanan yang dicapai kedua gas (gas N dan X) sama-
2
sama pada tekanan 2 atm, artinya pada tekanan tetap. Nah, karena berhubungan dengan
tekanan dan volume, persamaan gas ideal bermain di soal ini!
PV = nRT
P = n RT (tekanan, suhu, dan volume tetap)
V
1 = nR (R adalah tetapan, jadi bisa diabaikan)
1 = n (artinya, soal ini membicarakan perbandingan mol)
Bandingkan mol gas N dan gas X! Lah, kenapa tidak dengan wadah? Bah, karena
2
wadah hanya sebagai tempat berlangsung sistem, tidak bereaksi dong!
mol gas N = mol gas X
2
massa gas N = massa gas X
2
Mr gas N Mr gas X
2
12 gram = 18 gram .
28 Mr gas X
Mr gas X = 42
JAWABAN: D
36.
MATERI: TERMOKIMIA
Di dalam reaksi, koefisien reaksi melambangkan banyaknya mol dalam senyawa
tersebut. Seperti biasa, pecah reaksi seperti bentuk struktur Lewis!
Energi ikatan = energi kiri – energi kanan
= -1.620 kJ
Energi ikatan sebesar -1.620 kJ adalah untuk 1 mol propana, namun diminta 0,25 mol
propana, alias sebesar -405 kJ!
JAWABAN: C
6
KODE: 248
37.
MATERI: REAKSI REDOKS
Untuk mendapatkan mol ion ClO - bisa didapatkan dari persamaan reaksi redoks
3
setengah reaksi dalam suasana asam dahulu, baru diubah ke suasana basa:
1. Pisahkan mana yang menjadi oksidasi dan reduksi
Oksidasi: Cl ClO -
2 3
Reduksi: Cl Cl-
2
2. Setarakan atom mana yang mengalami perubahan biloks, yaitu klor (Cl)
Oksidasi: Cl 2ClO -
2 3
Reduksi: Cl 2Cl-
2
3. Tambahkan air pada ruas yang kekurangan oksigen (khusus suasana asam), jika
tidak ada oksigen pada reaksi, jangan ditambahkan! Lalu, setarakan atom oksigen!
Oksidasi: Cl + 6H O 2ClO -
2 2 3
Reduksi: Cl 2Cl-
2
4. Tambahkan ion proton (H+) pada bagian selain senyawa air ditempatkan tadi, lalu
setarakan atom hidrogennya
Oksidasi: Cl + 6H O 2ClO - + 12H+
2 2 3
Reduksi: Cl 2Cl-
2
5. Hitung banyaknya elektron yang diperlukan antara ruas kanan dan kiri
Oksidasi: Cl + 6H O 2ClO - + 12H+ + 10e
2 2 3
Reduksi: Cl + 2e 2Cl-
2
6. Setarakan antara elektron oksidasi dan reduksi agar dapat dicoret dan menghasilkan
reaksi redoks yang setara
Oksidasi: Cl + 6H O 2ClO - + 12H+ + 10e
2 2 3
Reduksi: Cl + 2e 2Cl- (dikali 5)
2
Reaksi redoks setara (suasana asam):
6Cl + 6H O 2ClO - + 10Cl- + 12H+
2 2 3
7. Tambahkan reaksi ionisasi air dan setarakan sesuai banyaknya koefisien ion proton
(H+) agar ion proton (suasana asam) dapat dicoret dan digantikan dengan suasana
basa
Reaksi suasana asam: 6Cl + 6H O 2ClO - + 10Cl- + 12H+
2 2 3
Reaksi ionisasi air: 12H+ + 12OH- 12H O
2
Reaksi suasana basa: 6Cl + 12OH- 2ClO - + 10Cl- + 6H O
2 3 2
8. Reaksi suasana basanya adalah:
6Cl + 12OH- 2ClO - + 10Cl- + 6H O
2 3 2
7
KODE: 248
Terlihat bahwa jika mol gas klor (Cl ) 1 mol dibandingkan dengan mol ClO -
2 3
didapatkan perbandingannya 2/6 atau 1/3
JAWABAN: B
38.
MATERI: ELEKTROKIMIA
Perhatikan dan baca soalnya baik-baik! “Sel elektrolisis”! So, dalam singkatannya,
elektrolisis memiliki singkatan KNAP (Katode negatif, anode positif) dalam jenis
kutubnya. Tetapi, baik sel eletkrolisis maupun sel volta, singkatan KARAOS (Katode
reduksi, anode oksidasi) sangat dan selalu berlaku. Di soal ini, arus 10 mA da
konsentrasi 0,1 M tidak diperlukan, hanya menipu, dan malah memikirkan kita ke
hukum Faraday. Ya, gak?
So, yang ditanya spesi yang terbentuk pertama kali di katode!? Sudah pasti pada
singkatan KARAOS yang dipakai ; katode sebagai reduksi. Reduksi sendiri memiliki
potensial sel (E º) positif. Artinya, jawabannya hanya unsur tembaga.
JAWABAN: C
39.
MATERI: LAJU REAKSI
8
KODE: 248
Untuk mendapatkan laju pengurangan gas oksigen, cukup perbandingan koefisien
saja. Kenapa? Begini, laju reaksi sendiri artinya adalah konsentrasi suatu zat
terhadap waktu:
Laju reaksi = ± [suatu zat] / waktu (detik)
Artinya, laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi suatu zat, namun
berbanding terbalik dengan waktu. Maksudnya, apabila konsentrasi zat besar,
lajunya juga besar.
Konsentrasi juga diketahui dari jumlah mol per volume. So, konsentrasi berbanding
lurus dengan jumlah mol. Dan, jumlah mol setara dengan koefisien reaksi. Karena
laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi, artinya berbanding lurus juga
dengan koefisien reaksi.
Laju reaksi = konsentrasi = jumlah mol = koefisien reaksi
Jadi, setarakan dulu reaksinya:
C H + 13/2 O 4CO + 5H O
4 10 2 2 2
Karena yang diketahui laju penguraian gas “butana”, bandingkanlah koefisien
butana dengan oksigen.
13 x 1 x 0,4 / 2 = 2,6 mol/L s
JAWABAN: E
40.
MATERI: KESETIMBANGAN KIMIA
Untuk soal kesetimbangan kali ini memakai tekanan, bukan konsentrasi! Tekanan
awal 1 atm pada soal bisa kita langsung masukkan ke reaksi pada soal. Dan, pada
label “B” di bawah ini misalkan saja tekanannya x (terserah, mau 2x, 3x, dsb) pada
gas flour.
2F + O ⇆ 2F O
2 2 2
M 1 atm 1 atm -
B x atm ½ x atm x atm
S 1-x atm 1-0,5x atm x atm
Dikatakan dalam soal bahwa tekanan total gas saat setimbang (label S pada reaksi
di atas) adalah 1,75 atm. Jadi:
Tekanan total = tekanan F + tekanan O + tekanan F O
2 2 2
9
KODE: 248
1,75 atm = 1-x + 1-0,5x + x
x = 0,25 atm
Jadi, tekanan parsial setiap zat pada keadaan setimbang adalah:
P F = 1-x atm = 1-0,25 = 0,5 atm
2
P O = 1-0,5x atm = 0,75 atm
2
P F O = x atm = 0,25 atm
2
So, K reaksi adalah:
p
K = (P F O)2 , = 1,333
p 2
(P F )2 (P O )
2 2
JAWABAN: E
41.
MATERI: SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
Di dalam soal ada 2 buah larutan, yaitu larutan X (propanol) dan larutan Y (garam
CuCl dan NaBr). Jangan bingung berapa nilai Kf-nya, nanti juga dicoret kok. Nah,
2
pertama mencari penurutan titik beku larutan X.
ΔTf = Kf x molalitas
x
= Kf x 0,1 mol x 1000
250 g air
= 0,4Kf
Kedua, cari penurunan titik beku larutan Y. Ingat, bahwa kata kunci di soal pada
larutan Y adalah “terdisosiasi sempurna dalam air”, artinya derajat ionisasi (α)
adalah 1.
Faktor van hoff (i) CuCl
2
= 1 + (n-1)α
= 1 + (3-1)1
= 3
Faktor van hoff (i) NaBr
= 1 + (n-1)α
= 1 + (2-1)1
= 2
ΔTf = ΔTf CuCl + ΔTf NaBr
y 2
= (Kf x molalitas CuCl ) + (Kf x molalitas NaBr)
2
= (Kf x 0,02 mol x 1000) + (Kf x 0,05 mol x 1000)
500 g air 500 g air
10
Description:masukkan gas N2 berat keseluruhannya adah 362 gram. Ketika dimasukkan gas X beratnya menjadi 368 gram ketika gas N2 dikeluarkan dari wadah.