Table Of ContentPendalaman Materi
Ilmu Pengetahuan
Sosial
PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DAN KONSEP
A PEMBELAJARAN TERPADU DALAM ILMU PENGETAHUAN
SOSIAL (IPS)
1. Tujuan Pembelajaran
a. Materi pelatihan ini, peserta dapat mendeskripsikan konsep pembelajaran dalam
IPS di sekolah.
b. Peserta diharapkan dapat menganalisis konsep, struktur dan pola pengembangan
pembelajaran IPS.
c. Peserta mampu membedakan struktur keilmuan IPS dengan ilmu-imu social dari
aspek pendekatan pengorganisasian materi, dan tujuan
d. Peserta mampu, mengorganisasikan konsep- konsep sejarah, sosiologi, ekonomi,
geografi dengan pendekatan interdisipliner.
e. Peserta mampu, menyusun lima manfaat pembelajaran terpadu bagi peserta didik
dengan benar
2. Uraian Materi
a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang
ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan
budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena
sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-
cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan
budaya). IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang
diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi, sejarah,
geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, dan psikologi sosial.
Geografi, sejarah, dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang
memiliki keterpaduan yang tinggi. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan
wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah, sedangkan sejarah memberikan
wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. Antropologi
meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai, kepercayaan,
struktur sosial, aktivitas-aktivitas ekonomi, organisasi politik, ekspresi-ekspresi dan
spiritual, teknologi, dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. Ilmu
politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-
aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. Sosiologi dan psikologi
sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran, kelompok,
institusi proses interaksi dan kontrol sosial. Secara intensif konsep-konsep seperti
ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi sosial.
222 MODUL PLPG 2014 | PENDALAMAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Gambar 12. Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial
b. Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Karateristik mata pelajaran IPS SMP/MTs antara lain sebagai berikut. Ilmu
Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi, sejarah,
ekonomi, hukum dan politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga bidang
humaniora, pendidikan dan agama (Numan Soemantri, 2001). Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi, sejarah, ekonomi,
dan sosiologi, yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau
topik (tema) tertentu.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai
masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan
perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat, kewilayahan, adaptasi
dan pengelolaan lingkungan, struktur, proses dan masalah sosial serta upaya-upaya
perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan, kekuasaan, keadilan
dan jaminan keamanan (Daldjoeni, 1981). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta
kehidupan manusia secara keseluruhan. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel
berikut.
Tabel 15. Dimensi IPS dalam Kehidupan Manusia
Dimensi dalam
Ruang Waktu Nilai/Norma
kehidupan manusia
Area dan substansi Alam sebagai Alam dan kehidupan Kaidah atau aturan
Pembelajaran tempat dan yang selalu yang menjadi perekat
penyedia potensi berproses, masa lalu, dan penjamin
sumber daya saat ini, dan keharmonisan
yang akan datang kehidupan manusia
dan alam
MODUL PLPG 2014 | PENDALAMAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 223
Dimensi dalam
Ruang Waktu Nilai/Norma
kehidupan manusia
Contoh Kompetensi Adaptasi spasial Berpikir kronologis, Konsisten dengan
Dasar yang dan eksploratif prospektif, antisipatif aturan yang
Dikembangkan disepakati dan kaidah
alamiah masing-
masing disiplin
ilmu
Alternatif penyajian Geografi Sejarah Ekonomi, Sosiologi/
dalam mata Antropologi
pelajaran
Sumber: Sardiman, 2004
c. Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi
peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki
sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil
mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri
maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-
program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. Dari rumusan tujuan
tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin, 1998).
• Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya,
melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat.
• Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang
diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan
masalah-masalah sosial.
• Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan
untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat.
• Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial, serta mampu
membuat analisis yang kritis, selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat.
• Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri
agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat.
d. Konsep Pembelajaran Terpadu dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan
interdisipliner. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem
pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun
kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara
holistik dan otentik (Depdikbud, 1996:3). Salah satu di antaranya adalah memadukan
Kompetensi Dasar. Melalui pembelajaran terpadu peserta didik dapat memperoleh
pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima,
menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya.
Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai
konsep yang dipelajari.
224 MODUL PLPG 2014 | PENDALAMAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Pada pendekatan pembelajaran terpadu, program pembelajaran disusun dari
berbagaicabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. Pengembangan pembelajaran
terpadu, dalam hal ini, dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu,
kemudian dilengkapi, dibahas, diperluas, dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu
yang lain. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu, peristiwa, dan permasalahan yang
berkembang. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari
berbagai disiplin atau sudut pandang, contohnya banjir, pemukiman kumuh, potensi
pariwisata, IPTEK, mobilitas sosial, modernisasi, revolusi yang dibahas dari berbagai
disiplin ilmu-ilmu sosial.
e. Model Integrasi Berdasarkan Topik
Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang
terkait, misalnya ‘Kegiatan ekonomi penduduk’. Kegiatan ekonomi penduduk dalam
contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam
IPS. Kegiatan ekonomi penduduk dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi
fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi.
Secara sosiologis, kegiatan ekonomi penduduk dapat mempengaruhi interaksi
sosial di masyarakat atau sebaliknya. Secara historis dari waktu ke waktu kegiatan
ekonomipenduduk selalu mengalami perubahan. Selanjutnya penguasaan konsep
tentang jenis-jenis kegiatan ekonomi sampai pada taraf mampu menumbuhkan
krteatifitas dan kemandirian dalam melakukan tindakan ekonomi dapat dikembangkan
melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. Skema berikut memberikan
gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu.
f. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama
Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada
potensi utama yang ada di wilayah setempat; sebagai contoh, “Potensi Bali Sebagai
Daerah Tujuan Wisata”. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan
Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam, historis kronologis dan kausalitas, serta perilaku
masyarakat terhadap aturan. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya,
maka peserta didik selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus
memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung
dalam IPS. model integrasi tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
g. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan
Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan
permasalahan yang ada, contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. Pada pembelajaran
terpadu, Pemukiman Kumuh ditinjau dari beberapa faktor sosial yang
mempengaruhinya. Di antaranya adalah faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Juga
dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas, serta perilaku masyarakat terhadap
aturan/norma.
MODUL PLPG 2014 | PENDALAMAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 225
LINGKUNGAN KEHIDUPAN MANUSIA, KEHIDUPAN SOSIAL
B MANUSIA DAN USAHA MANUSIA DALAM MEMENUHI
KEBUTUHAN
1. Tujuan Pembelajaran
a. Materi pelatihan ini, peserta dapat mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi,
proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan.
b. Peserta diharapkan dapat mendeskripsikan kehidupan pada masa pra-aksara di
Indonesia.
c. Peserta diharapkan dapat mendeskripsikan intraksi sebagai proses sosial.
d. Peserta diharapkan dapat mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses sosial.
e. Peserta diharapkan dapat mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan
ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan.
f. Peserta diharapkan dapat mengidentifikasikan tindakan ekonomi berdasar-kan motif
dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari.
2. Uraian Materi
a. Lingkungan Kehidupan Manusia
1) Keragaman Bentuk Muka Bumi, Proses Pembentukan, dan Dampaknya
Terhadap Kehidupan
Bumi adalah planet ketiga setelah venus, dengan didampingi sebuah
bulan yang selalu mengelilingi bumi. bila dilihat dari luar angkasa sama halnya
dengan bulan tidak mengeluarkan cahaya. Bumi adalah satu planet yang
memiliki kehidupan dibandingkan dengan planet lainnya.
Gambar 16. Bumi merupakan planet ketiga
Permukaan Bumi tidaklah rata, ada bagian yang yang tinggi, ada pula
bagian yang rendah sebagai cekungan . Di daratan bagian yang tinggi, dapat
berupa gunung, pegunungan, dataran tinggi, bukit, dan sebagainya. Bagian yang
cekung dapat berupa ngarai, lembah, danau, sungai, rawa, dan sebagainya. Di
226 MODUL PLPG 2014 | PENDALAMAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
dasar laut juga terdapat bagian yang menonjol ke atas dan bagian yang cekung
ke bawah, dapat berupa palung laut, lubuk laut, gunung bawah laut, dan
sebagainya.
Keragaman bentuk muka Bumi tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui
berbagai proses dan waktu yang sangat lama. Berbagai bentuk tenaga bekerja
untuk mengubah muka Bumi, baik dari dalam Bumi maupun dari luar Bumi yang
dikenal dengan sebutan tenaga geologi.
Gambar 17. Tiga bagian lapisan dalam Bumi
Bumi terdiri dari 3 bagian, yaitu
a) Kulit Bumi (Lithosfer),
b) Selubung Bumi (Asthenosfer), dan
c) Inti Bumi (Barisfer).
Lithosfer merupakan lapisan luar bumi yang terdiri atas batuan padat dan
keras dengan ketebalan rata-rata 1200 km. Lithosfer disebut juga kulit bumi
terdiri dua bagian yaitu:
a) Lapisan Sial (Silika Alumunium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas
logam silika dan alumunium,senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3.
Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bumi bersifat padat dan batu
dengan ketebalan rata-rata 35 km. Kerak bumi terbagi menjadi dua bagian,
yakni:
Lempeng Benua
Merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya
dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Lapisan lempeng ini
merupakan benua.
Lempeng Samudra
Merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas,
kemudian di bawahnya batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari
batuan beku gabro dan peridolit. Lapisan lempeng ini merupakan dasar
samudra.
MODUL PLPG 2014 | PENDALAMAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 227
b) Lapisan Sima (Silika Magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh
logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan MgO,
lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial
karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan
batuan basalt. Bahan lapisan ini bersifat elastis dan mempunyai ketebalan
rata-rata 65 km. Tenaga perubah muka bumi yang terdiri dari dua yaitu tenaga
endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen berasal dari dalam bumi dan
bersifat membangun (konstruktif), sedangkan tenaga eksogen berasal dari
luar bumi dan bersifat merusak (destruktif). Tenaga endogen terdiri dari
tektonisme, vulkanisme dan seisme (gempa bumi).
(1) Tektonisme
Lapisan kerak bumi yang terdiri dari lempeng benua dan samudera
senantiasi melakukan gerakan sebagai suatu proses yang alami. Gerakan
lempeng-lempeng inilah yang disebut tektonisme. Peristiwa pergerakan
naik turunnya lempeng meliputi daerah yang sempit (regional) dengan
waktu yang realaitf singkat. Orogenesa merupakan tenaga pembentuk
gunung dan pegunungan. Gerakan ini menyebabkan bentukan-bentukan:
Pelengkungan (warping), pelipatan (folding), patahan (faulting) dan
rekahan (jointing).
(2) Vulkanisme
Merupakan peristiwa gunung api. Bentuk gunung api berbeda satu sama
lain disebabkan oleh perbedaan tingkat kekentalan materialnya, sifat
erupsinya, posisi titik erupsi dan lingkungan sekitarnya. Faktor-faktor inilah
yang dapat membedakan bentuk-bentuk gunung api seperti: gunung api
strato, gunung api maar, gunung api kaldera, gunung api perisai.
(3) Seisme (Gempa Bumi)
Klasifikasi Gempa dapat dikelompokan atas penyebab utamanya, bentuk
episentrum, lokasi episentrum, bentuk hiposentrum, jarak episentrum.
Berdasarkan penyebab utamanya gempa dibagi dalan tiga jenis yaitu:
gempa tektonik, gempa vulkanik, dan gempa terban/runtuhan. Batu adalah
sejenis bahan yang terdiri daripada mineral dan dikelaskan menurut
komposisi mineral. Pengkelasan ini dibuat dengan berdasarkan:
(a) Kandungan Mineral, yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam
batu ini
(b) Tekstur Batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam
batu;
(c) Struktur Batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
(d) Proses pembentukan
2) Terbentuknya Batuan
Pembentukan berbagai macam mineral di alam akan menghasilkan
berbagai jenis batuan tertentu. Proses alamiah tersebut bisa berbeda-beda dan
membentuk jenis batuan yang berbeda pula. Pembekuan magma akan
membentuk berbagai jenis batuan beku. Batuan sedimen bisa terbentuk
karena berbagai pro-ses alamiah, seperti proses penghancuran atau
disintegrasi batuan, pelapukan kimia, proses kimiawi dan organis serta proses
228 MODUL PLPG 2014 | PENDALAMAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
pengu-apan/evaporasi. Letusan gunung api sendiri dapat menghasilkan batuan
piroklastik. Batuan metamorf terbentuk dari berbagai jenis batuan yang telah
terbentuk lebih dahulu kemudian mengalami peningkatan temperatur atau
tekanan yang cukup tinggi, namun peningkatan temperature itu sendiri maksimal
di bawah temperatur magma.
a) Batuan Beku
Magma dapat mendingin dan membeku di bawah atau di atas
permukaan bumi. Bila membeku di bawah permukaan bumi, terbentuklah
batuan yang dinamakan batuan beku dalam atau disebut juga batuan beku
intrusive (sering juga dikatakan sebagai batuan beku plutonik). Sedangkan,
bila magma dapat mencapai permukaan bumi kemudian membeku,
terbentuklah batuan beku luar atau batuan beku ekstrusif.
b) Batuan Beku Dalam
Magma yang membeku di bawah permukaan bumi, pendinginannya
sangat lambat (dapat mencapai jutaan tahun), memungkinkan tumbuhnya
kristal-kristal yang besar dan sempurna bentuknya, menjadi tubuh batuan
beku intrusive. Tubuh batuan beku dalam mempunyai bentuk dan ukuran
yang beragam, tergantung pada kondisi magma dan batuan di sekitarnya.
Magma dapat menyusup pada batuan di sekitarnya atau menerobos melalui
rekahan-rekahan pada batuan di sekelilingnya.
c) Batuan Beku Luar
Magma yang mencapai permukaan bumi, keluar melalui rekahan atau
lubang kepundan gunung api sebagai erupsi, mendingin dengan cepat dan
membeku menjadi batuan ekstrusif. Keluarnya magma di permukaan bumi
melalui rekahan disebut sebagai fissure eruption. Pada umumnya magma
basaltis yang viskositasnya rendah dapat mengalir di sekitar rekahannya,
menjadi hamparan lava basalt yang disebut plateau basalt. Erupsi yang keluar
melalui lubang kepundan gunung api dinamakan erupsi sentral. Magma dapat
mengalir melaui lereng, sebagai aliran lava atau ikut tersembur ke atas
bersama gas-gas sebagai piroklastik. Lava terdapat dalam berbagai bentuk
dan jenis tergantung apda komposisi magmanya dan tempat terbentuknya.
d) Batuan Metamorf
Batuan metamorf adalah jenis batuan yang secara genetis terebntuk
oleh perubahan secara fisik dari komposisi mineralnya serta perubahan
tekstur dan strukturnya akibat pengaruh tekanan (P) dan temperature (T) yang
cukup tinggi. Kondisi-kondisi yang harus terpenuhi dalam pembentukan
batuan metamorf adalah:
(1) Terjadi dalam suasana padat,
(2) Bersifat isokimia,
(3) Terbentuknya mineral baru yang merupakan mineral khas meta-morfosa,
dan
(4) Terbentuknya tekstur dan struktur baru.
Proses metamorfosa diakibatkan oleh dua faktor utama yaitu Tekanan
dan Temperatur (P dan T). Panas dari intrusi magma adalah sumber utama
yang menyebabkan metamorfosa. Tekanan terjadi diakibatkan oleh beban
MODUL PLPG 2014 | PENDALAMAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 229
perlapisan di atas (lithostatic pressure) atau tekanan diferensial sebagai hasil
berbagai stress misalnya tektonik stress (differential stress). Fluida yang
berasal dari batuan sedimen dan magma dapat mempercepat reaksi kima
yang berlangsung pada saat proses meta-morfosa yang dapat menyebabkan
pembentuk-an mineral baru. Metamorfosis dapat terjadi di setiap kondisi
tektonik, tetapi yang paling umum dijumpai pada daerah kovergensi lempeng.
e) Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari pecahan atau hasil
abrasi dari sedimen, batuan beku, metamorf yang tertransport dan
terendapkan kemudian terlithifikasi. Ada dua tipe sedimen yaitu: detritus dan
kimiawi. Detritus terdiri dari partikel-2 padat hasil dari pelapukan mekanis.
Sedimen kimiawi terdiri dari mineral sebagai hasil kristalisasi larutan dengan
proses inorganik atau aktivitas organisme. Partikel sedimen diklasifikasikan
menurut ukuran butir, gravel (termasuk bolder, cobble dan pebble), pasir,
lanau, dan lempung.
Transportasi dari sedimen menyebabkan pembundaran dengan cara
abrasi dan pemilahan (sorting). Nilai kebundaran dan sorting sangat
tergantung pada ukuran butir, jarak transportasi dan proses pengendapan.
Proses litifikasi dari sedimen menjadi batuan sedimen terjadi melalui kompaksi
dan sementasi.Batuan sedimen dapat dibagi menjadi 3 golongan:
(1) Batuan Sedimen Klastik terbentuk dari fragmen batuan lain ataupun
mineral.
(2) Batuan Sedimen Kimiawi terbentuk karena penguapan, evaporasi.
(3) Batuan Sedimen Organik terbentuk dari sisa-sisa kehidupan
hewan/tumbuhan.
Tenaga eksogen berperan dalam pembentukan relief muka bumi.
Proses-proses eksogen terdiri dari denudasi (pelapukan), erosi, dan
sedimentasi. Pelapukan terdiri dari pelapukan fisik, pelapukan kimiawi dan
pelapukan biologis. Peristiwa erosi yang alami tidak akan menyebabkan
kerusakan tanah. Jika laju erosi melebihi laju pertumbuhan tanah maka akan
terjadi keruskan lingkungan. Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya
erosi:
(1) adanya curah hujan yang tinggi atau adanya angin yang kencang.
(2) adanya tempat tumbuhannya.
(3) terbuka di permukaan bumi yang tidak ada Topografi yang
berbukit/bergunung, lereng curam
(4) Penggunaan lahan yang tidak memperhatikan kelestaraian lingkungan
Berdasarkan faktor penggerak materialnya, maka erosi dapat
dibedakan menjadi erosi angin, erosi oleh air hujan, erosi glasial, erosi air laut.
Sedimentasi berdasarkan tenaga penggeraknya dibedakan sedimentasi oleh
air sungai, sedimentasi oleh air laut, sedimentasi oleh gletser, sedimentasi
oleh angin.
3) Kehidupan pada Masa Pra-Aksara di Indonesia
Masa pra aksara atau masa pra sejarah adalah masa ketika manusia
belum mengenal tulisan. Masa pra aksara sering disebut juga masa nirleka atau
230 MODUL PLPG 2014 | PENDALAMAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Description:sejumlah buku tentang ajaran agama Buddha. Penyebar Agama Hindu ekonomi nasional yang dipakai untuk menimbang pilihan-pilihan pembangunan. Ittihadiyatul Islamiyyah (AH) pimpinan Kyai Haji Ajengan Ahmad Sanusi yang Syi (kotapraja), Son (kecamatan), dan Ku untuk desa.Bahasa