Table Of ContentPenilaiaa agama -agama
Yahudi, Nasrani daa Islam
teftta g bo ong
Bohong yang diizinkan
a
Bohon da I a i I u jiwa
. Peadapat- pe 4 tat
Aristoteles, d.J.Rossea , Staaly HaD
dan perhitungan Ferriaai
teataag bohoag
Filsafat bohoag
,
BOHONG DI DUNIA
Cetakan pertama
Cetakan kedua - 1961
Cetakan ketiga - 1975
Cetakan keempat - 1981
Cetakan kelima - 1982
Penerbit N. V. Bulan Bintang-Jakarta 1982
Aagota JXAPI
Oak cipta dlind1JD8i undang-undang. Dilarang mengutip cia
lam bentuk apapun bila tidalc ada izin tertulis dari Penerbit
82 05038 K
xooo
HAMKA
BOHONG DI DUNIA
...
.
w~~JAXAR.TA
PENEltBIT
Kt2D11t Kwitq 1/8 TeJp. 342883-346247
KARANGAN~KARANCAN PROF. DR. HAMKA
Yang telah diterbitkan oleh "Bulan Bintang"
1. Antara Fakta dan Kfuzyal "Tuanku Rao"
2. Beberapa Tantangan Terhadap Ummat Islam di Masa Kini
3. Dari Lembah Cita-Cita
4. · Kisah Nabi-Nabi
5. Kenang-Kenangan Hidup ·
6. Lembaga Hikmat
7. Pandangan Hidup Muslim
8. Pelajaran Agama Islam
9. Pribadi
10. Perkembangan Kebatinan di Indonesia
I 1. Said Jamaluddir. A 1-A rf7hany, Pelopor Kebangkitan Musljmin
.12. Tanyalawab
I 3. I 00 I Soal-Soal Hidup
14. Di Bawah Lindungan Ka'bah
15. Margaretta Gauthier- terjemahan
16. Bohong Di Dunia
17. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck
18. Sejarah Ummat Islam I, II, III dan IV
·,·
DAFfAR lSI
Halaman
PENDAHULUAN CETA KAN II 6
PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
I. BOHONG . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11
II. TERUS TERANG .. ...... . . ....... . 19
III. AGAMA TERHADAP BOHONG . ~ ... : .. 34
1. Yahudi . . .. ·. .................. . 34
2. Nashrani ...................... . 35
3. Islam ...........•.............. 36
IV. . BOHONG YANG DIIZINKA.-N ....· ..... . 44
v.
· .dO HONG DALAM ILMU JIW A ....... . 56
VI. PENDAPAT ARISTOTELES 66
VII. · PENDAPAT J.J. ROSSEAU 69
VIII. PENDAPAT STANLY HALL 73
IX • . PERHITUNGAN FERRIANI ... ...... . 77
X. PENUTUP ........ ... ............. . 79
XI. FILSAFA T BOHONG 84
PENDAHULUAN CETAKAN KE-11
Sudah lama buku "Bohong di dunia" Cetakan pertama habis, dan
sekarang dicetak yang kedua kali. Sebagaimana dikatakan pada Cetakan
Pertama, sebagian besar jalan buku ini adalah menurut karangan Dr. Mahdi
'Alam (Sekarang Guru Besar di University lskandariyah di Mesir), lalu di
tambahi di sana sini dengan penyelidikan buku-buku yang lain, terutama
bahan-bahan yang diberikan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitabnya yang
terkenal "Ihya Ulumuddin" Jilid Ketiga, pada menyatakan "Afatul Lisan."
Pada cetakan yang kedua ini diadakanlah beberapa tambahan, karena
memang telah ada pepatah; "Lama hidup banyak dirasai, jauh berjalan ba
nyak dilihat" dalam masa dua belas tahun, sehingga uraian yang ada di da
lamnya sudah lebih tiertenang daripada 12 tahun yang lalu, masa baru keluar
dari hutan-hutan Sumatra Barat !
Moga-moga ada faedahnya bagi para pembaca di dalam usaha mene
gakkan kebenaran dan menjauhi kedustaan.
Penulis.
Kebayoran Baru, Juli 1961.
6
PENDAHULUAN
Tidaklab ragu lagi, bahwasanya kemerdektlan sutitu bangsa adalah ha
sil dari kemerdekaan jiwa. Salah satu bukti suatu jiwa yang masih budalc,
jiwa hamha, ialah kebiasaan membohong, kebiasiUin memungkiri jaffii dan
kebitJSaan tidak bertanggung jawab atas suatu kesalahan yang dillzkukan dan
tidak mau mengaku di atas suatu perbuatQn dari hasil tangan sendiri
. Kalau kiranya kita kupas dengan seksluna perkataan ''MengakU, " tiam
pak bagaimana seorang harus mengemukalcan AKU-nya di dalam perbuat
an yang dilakukannya. Dapatlah kita fahami jika sekiranya seketika pen
jajah Jepang masuk .· ke dalam tanah-air kita, kerap benar dia menylksa
yang sangat-sangat kejam kepada seorang tertuduh yang tidak mengaku ke
sa/ahannya.
Setelah bergaul di dalam segala kalangan, terasa kebesaran hati. da-'
pat kita mengetahui jiwa seseorang dan dapat kita meletakkannya pada
tenipatnya; jika sekiranya dia bersikap_ lerus-terang. Tetapi alangkah sakit
nya, sa kit sangat, jika berte mu dengan orani pembohong,-pendusta, yang
eli hadapannya dan di hadapan kita telah bertumpuk bukti-bukti .dan akzsan
cukup · atas suatU kesalahan yang dikzkukannya. Namun {lia masih menge
/akkall tanggung jawab, masih mungkir. Katany(l, de_ngan itu, dill melepas
kan diri, p~dahai dengan itulah dill mempersulit diri sendiri, menyebabkan
jiwrmya sencliri mera11a, kareltlt rout rmikil dan inlltll dari $e01'tl116 Yillfl me
IIY('mbw~l·ikan' kebefUIITlll itu, S/!fltUitilisa juga menggtl11tbtukiut afM Yllfll
ada dal11m .ll11tinya.
7
Maka tersebutlah Sabda Nabi Muhammad SAW, bahwasanya "Dus
t~ adalah ibu daripada sega/a dosa "
Kita merasa kasihan me/ihat kemelaratan dan kekecewaan yang me
menuhi hati rrusyarakat; di mana-mana tampak perasaan tiada puas, di
tambah /agi dengan pukulan kemiskinan di zaman perang. Hampir pada
tiap-tiap orang, baik laki-laki atau perempuan~ bohong itulah yang bersima
harajale/a Suatu kesalahan yang telah dilakukannya, dan dia telah bertam
bah melarat dari sebah kesaiahan itu, tetapi ka/au dia ditanyai, dia tidak
mau mengaku. Dan tetap mungkir.
Menepati janji adalah hal yang {uar biasa, dan memungkiri janji ada
/ah hal yang sudah lumrah; tidak soal /agi Berjanji rapat pukul delapan,
maka semua orang sudah menduga lebih dahulu bahwa rapat itu akan di
mulai lebih sedikit pukul sepu/uh. Mana yang datang /ebih dahulu mene
ngok-nengok dari luar dan surut ke belakang me/ihat orang belum ada,
padahal "orang" yang ditunggu itu -ialah dia sendiri. Hal janji rapat ini,
tidaklah disesalkan benar. Karena kata orang, di negen'-negeri yang · kehi
dupannya masih bergantungan kepada pertanian (agraria), cara orang ber
fikir lambat selambat tumbuh padi dan kacang. Berobah dahulu penghidup
an itu,. menjadi "cepat kaki ringan Iangan," menjadi hidup industrial,.b aru
lah berobah pula perkara janji itu, kata mereka
Tetapi melihat jiwa rrenderita lantaran bohong, pendusta, tidak/ah ·
ada sangkut pautnya dengan tanah agraria. fni adalah /aritaran kurangnya
didikan dan sempitnya a/am berfikir.
Lamakah sudah, yakni sejak bergelimang di dalam arus revol~ttsi le
bih kurang 4 tahun /amanya, dan belajarpula sebelum itu, di zaman tin
dalam Jepang, saya ingin hendak · mempe/ajari soal ini. Di masa itu belum
/ah sempat Zaman darurat banyak benar memberikan keuntungan kepada
saya. Sejak pertengahan Md 1949 -sampai Juni dan Juli sempat/ah saya
istirahat di kampung saya diManinjau. Beberapa keadaan yang dilihat di
kiri kanan, menyebabkan keinginan menyelidiki itu timbul kembali Syu
kurlah ada beberapa buku yang masih terbawa lari-lari dan ada pula buku
buku di dalam Kutub Khanah Almarhum Dr. H.A. Karim Amrullah, ter
utama dari kitab-kitab agama: Satu · di an tara buku yang terpenting, yang
amat membesarkan hati saya dan -memberikan banyak penunjuk dalam pe-
8