Table Of ContentBIOPROSPEKSI TUMBUHAN LIAR EDIBEL DALAM
KEHIDUPAN MASYARAKAT DI SEKITAR KAWASAN
HUTAN GUNUNG SALAK
MADE SUWENA
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2006
PERNYATAAN MENGENAI DISERTASI
DAN SUMBER INFORMASI
Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi Bioprospeksi Tumbuhan Liar
Edibel dalam Kehidupan Masyarakat di Sekitar Kawasan Hutan Gunung Salak
adalah karya saya sendiri dengan arahan dosen pembimbing dan belum pernah
diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi
yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari
penulisan lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di
bagian akhir disertasi ini.
Bogor Nopember 2006
Made Suwena
NIM.G361020041
ABSTRAK
MADE SUWENA. Bioprospeksi Tumbuhan Liar Edibel dalam Kehidupan
Masyarakat di Sekitar Kawasan Hutan Gunung Salak. Dibimbing oleh DEDE
SETIADI, EDI GUHARDJA, dan IBNUL QAYIM.
Eksplorasi biodiversitas tumbuhan liar dan pengetahuan masyarakat di sekitar
kawasan hutan Gunung Salak dilakukan dengan tujuan utama mendapatkan jenis
tumbuhan liar edibel yang paling berpotensi untuk dikembangkan. Tujuan lain adalah
mempelajari biodiversitas tumbuhan liar, pengetahuan pemanfaatan dan pelestarian
lingkungan oleh masyarakat serta etnobotani tumbuhan liar edibel yang paling
berpotensi. Penelitian di lakukan di sekitar kawasan hutan Gunung Salak mulai bulan
Mei 2004 sampai Agustus 2005.
Data tumbuhan diperoleh dengan analisis vegetasi menggunakan metode
kuadrat dan transek. Analisis vegetasi dilakukan pada ekosistem sawah, semak,
tegalan, hutan produksi, dan hutan alam. Analisis data untuk indeks
keanekaragaman berdasarkan Shanon-Wiener, indeks kemerataan berdasarkan
Simpson, dan indeks similaritas jenis berdasarkan Sorensen. Pengumpulan data pada
masyarakat dengan teknik wawancara struktural dan kuesioner. Penentuan tumbuhan
liar edibel yang paling berpotensi berdasarkan metode perbandingan eksponensial.
Ekologi dan fenologi tumbuhan yang paling berpotensi diketahui dengan cara
pembuatan demplot dan percobaan di Rumah Kaca.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di kawasan hutan Gunung Salak
ditemukan tumbuhan liar dan tanaman budidaya sebanyak 595 jenis dari 140 suku.
Tumbuhan liar sebanyak 513 jenis dari 121 suku dengan indeks keanekaragaman
sangat tinggi dan kemerataan jenis yang tinggi. Tumbuhan liar edibel sebanyak 185
dari 65 suku dengan indeks keanekaragaman dan kemerataan yang tinggi. Jenis
tumbuhan yang mendominasi adalah Digitaria radicosa. Pengetahuan masyarakat
mengenai pemanfaatan tumbuhan liar dan pelestarian lingkungan berkorelasi positif
dengan kelas usia. Semakin tua usia, semakin tinggi tingkat pengetahuan yang
dimiliki. Pengetahuan kaum laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Jumlah
jenis tumbuhan liar edibel yang berfungsi sebagai buah sebanyak 29 jenis dari 15
suku, sayur 68 jenis dari 36 suku, obat sebanyak 92 jenis dari 40 suku, penyedap
sebanyak 11 jenis dari 10 suku, dan sebagai sumber karbohidrat sebanyak 10 jenis
dari 8 suku.
Tumbuhan liar edibel yang paling berpotensi untuk dikembangkan adalah
canar susu (Smilax macrocarpa Bl.). Habitat tumbuh canar susu adalah hutan
produksi dan hutan alam pada ketinggian >800 m dpl. Tipe iklim A (Schmidt dan
Ferguson), jenis tanah asosiasi andosol, latosol, dan regusol.Tumbuhan ini termasuk
tumbuhan liana, panjang 5 – 15 m, bunga uniseksual dan bergerombol, buah
bergerombol pada setiap tangkai dengan jumlah 10 – 15 buah. Perbanyakan dapat
dilakukan dengan biji dan stek. Hasil buah dapat mencapai 500 kg/rumpun.
Keunggulan tumbuhan ini yang dimiliki diantaranya: kandungan kalsium (Ca) yang
tinggi (0.30%), kandungan tanin (positif sangat kuat) dan saponin (positif kuat)
sebagai bahan industri, dapat memberikan keuntungan bersih sebesar Rp. 22.500.000
pada panen pertama (tahun III) dan sebesar Rp. 67.500.000 pada panen kedua (tahun
IV) dalam 1 ha.
Kata kunci : bioprospeksi, tumbuhan liar edibel, masyarakat, Gunung Salak
ABSTRACT
MADE SUWENA. Bioprospecting of Edible Wild Plant on Community Life in
Gunung Salak Forest Area. Under the direction of DEDE SETIADI, EDI
GUHARDJA, and IBNUL QAYIM.
Exploration of wild plant biodiversity and cummunity knowledge in Gunung
Salak forest area was conducted with main purpose to obtain the most potential
edible wild plant to be developed. The other purposes were to study biodiversity of
wild plant, community knowledge on the use of plant, conservation of edible wild
plant, and ethnobotany of most potential edible wild plant. Research was conducted
in Gunung Salak area, started on May 2004 until August 2005.
Plants data were obtained by vegetation analysis using quadratic and transect
methods. Vegetation analysis was conducted on paddy field, shrub, mix garden, man
made forest, and primary forest. Data analysis for diversity index was based on
Shanon-Wiener and evennes index was based on Simpson’s. Data collection on
community was done by participation observation and structural survey method. The
determination of the most potential edible wild plant was based on Exponential
Comparation Method. Ecology and fenology of the most potential plant was studied
by demplot (plot demonstration) and greenhouse experiment.
The result indicated that there were 595 species from 140 families of wild
plant and cultivated plant found in around Gunung Salak. The wild plant were 513
species from 121 families which very high diversity index and high evennes. Edible
wild plant were 185 species from 65 families which high diversity and evennes
index. The plant which dominated was Digitaria radicosa. The community
knowledge on the use of species wild plant as well as environment conservation had
linear correlation with ages class. The more ages, the more increase the knowledge
and vice versa. Group of men had more knowledge on the use of wild plant as well
as environment conservation compare to group of women. The number of edible wild
plant as fruits were 29 species from 15 families, vegetables were 68 species from 36
families, medicine were 92 species from 40 families, spicy were 11 species from 10
familes, and source of carbohidrate were 10 species from 8 familes.
Canar susu (Smilax macrocarpa Bl.) plant was the most potential edible plant
to be developed. The habitat of canar susu was in man made forest and primary
forest with >800 m above the sea level. Climate type according to Schmidt and
Ferguson was A. The soil was asosiation of andosol, latosol, and regusol. The plant
was liana, 5-15 m in lenght, flower unisexual and umbels, fruiting umbels with 10 –
15 fruits. Seeding and stump can be used as plant propagation. There were several
superiorities of this plant i.e. nutrition content of its fruit as an alternative of calcium
source (0.30% Ca), tannin content (very strong positive) and saponin (strong
positive) as industry material, and by using intensive management the total profit can
be gained about Rp. 22.500.000 per hectare at first harvest (third year) and Rp.
67.500.000 (fourth year) at second harvest.
Key word : Bioprospecting, edible wild plant, community life, Gunung Salak
© Hak cipta milik Institut Pertanian Bogor, tahun 2006
Hak Cipta Dilindungi
Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari
Institut Pertanian Bogor, sebagian atau seluruhnya dalam
bentuk apapun, baik cetak, fotocopy, microfilm, dan sebagainya
BIOPROSPEKSI TUMBUHAN LIAR EDIBEL DALAM
KEHIDUPAN MASYARAKAT DI SEKITAR KAWASAN
HUTAN GUNUNG SALAK
MADE SUWENA
Disertasi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Doktor pada
Program Studi Biologi
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2006
Judul Disertasi : Bioprospeksi Tumbuhan Liar Edibel dalam Kehidupan
Masyarakat di Sekitar Kawasan Hutan Gunung Salak
Nama : Made Suwena
NIM : G.361020041
Disetujui
Komisi Pembimbing
Dr. Ir. Dede Setiadi, MS
Ketua
Prof. Dr. Ir. Edi Guhardja, M.Sc. Dr. Ir. Ibnul Qayim
Anggota Anggota
Diketahui,
2. Ketua Pragram Studi Biologi 3. Dekan Sekolah Pascasarjana
Dr. Ir. Dedy Duryadi Solihin., DEA Prof. Dr. Ir. Khairil A. Notodiputro MS
Tanggal Lulus :
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa,
Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga disertasi yang
berjudul Bioprospeksi Tumbuhan Liar Edibel dalam Kehidupan Masyarakat di
Sekitar Kawasan Hutan Gunung Salak dapat terselesaikan.
Penulis menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Ir. H.
Dede Setiadi, MS., Bapak Prof. Dr. Ir. Edi Guhardja, M.Sc. dan Bapak Dr. Ir. Ibnul
Qayim atas bimbingan, arahan, nasehat dan dorongan moral dalam penyusunan karya
ilmiah ini. Kepada Ibu Prof. Dr. Ir. Latifah Kasim Darusman, MS., Bapak Prof. Dr.
Ir. Roedy Poerwanto, M.Sc., dan Bapak Dr. Eko Baroto Waluyo atas segala
masukkannya baik dalam sidang tertutp maupun sidang terbuka.
Terima kasih disampaikan kepada Departemen Pendidikan Nasional atas
beasiswa yang diberikan. Universitas Mataram dan Institut Pertanian Bogor atas
segala fasilitas dan pelayanannya. Pemda Dati I Nusa Tenggara Barat dan Yayasan
Toyota & Astra atas bantuan dananya.
Penghargaan dan terima kasih disampaikan kepada Ibu Dr. Ir. Damayanti
Buchori, M.Sc. selaku Ketua Yayasan Peka Indonesia dan Bapak David Ardhian,
S.Tp. selaku Manajer Proyek Gunung Salak dan Unocal yang telah mendanai
penelitian ini. Rekan-rekan di Yayasan Peka Indonesia Mas Bandung, Hertab, Jalu,
Wika, Mbak Aida, Mbak Sinta dan yang lainnya yang telah membantu lancarnya
pelaksanaan penelitian ini.
Terima kasih juga disampaikan kepada saudara Mulus, Luluk, Ustad Acak
Abdullah, Bpk. Madnasi, Bpk. Upah, Bpk Ajum, Bpk Asep, Bpk Padma Sasmita,
dan rekan-rekan lainnya atas bantuannya selama di lapangan. Kepada Bpk.Dr. Ir.
Gde Ekaputra Gunartha, M.Sc. atas masukannya dalam bidang statistik, Bpk. Dr. Y.
Purwanto (LIPI) atas masukannya dalam bidang Etnobotani.
Kebanggaan dan penghargaan disampaikan kepada kedua orang tua, ayah dan
ibu mertua, istri dan anak-anak tercinta atas segala pengorbanan, pengertian,
ketabahan, dan dorongan yang diberikan selama penulis mengikuti pendidikan. Om
shanti, shanti, shanti, Om.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Desa Alasangker Kabupaten Buleleng-Singaraja Bali
pada tanggal 11 Juni 1961 dengan nama lengkap Made Wetan Suwena sebagai anak
kedua dari pasangan Ketut Wetan dan Ni Ketut Redianing (almarhum).
Pendidikan sarjana ditempuh di Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas
Pertanian Universitas Mataram, lulus pada tahun 1986. Tahun 1996 berkesempatan
menempuh pendidikan Pascasarjana di Program Studi Ilmu Tanaman, Universitas
Brawijaya dan lulus pada tahun 1998. Tahun 2002 penulis melanjutkan ke Program
Doktor pada Program Studi Biologi Sekolah Pascasarjana IPB. Dalam menempuh
pendidikan S2 dan S3 penulis memperoleh dana Bantuan Pendidikan Pascasarjana
(BPPS) dari Departemen Pendidikan Nasional
Penulis bekerja sebagai tenaga honorer di Departemen Transmigrasi Sulawesi
Tenggara, Kendari pada tahun 1986. Tahun 1987 diangkat sebagai tenaga edukatif di
Program Studi Hortikultura, Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Mataram
sampai sekarang.
Tahun 1990 penulis menikah dengan Ni Made Laksmi Ernawati dan
dikaruniai seorang putra Gde Wetan Pragena Anggara dan seorang putri Ni Made
Willa Clarissa.
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL ……………………….……………………………………. ix
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………….. xii
DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………….. xivi
PENDAHULUAN …………………………………………………………….. 1
Latar Belakang ………………………………………………………… 1
Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4
Manfat Penelitian ……………………………………………………… 5
TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………………………. 6
Bioprospeksi ……….. ……………………………………………. …... 6
Biodiversitas …………………………………………………….……. 6
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biodiversitas Tumbuhan ………… 9
Pemanfaatan dan Pelestarian Tumbuhan Liar .………………………… 11
Etnobotani ……………………………...…………………….………... 14
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ……………………………… 17
17
Status dan Luas Wilayah ……………………………………………….
17
Topografi dan Iklim ….…………………………………………………
18
Keadaan Tanah .………………………………………………………..
21
Sosial Budaya Masyarakat …………………………………………….
ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN LIAR DI SEKITAR KAWASAN
HUTAN GUNUNG SALAK…….……………………………………………... 23
Abstrak……………………... …………………………………………. 23
Abstract …………..…………………………………………….…….. 23
Pendahuluan …………………………………………………….. …… 24
Bahan dan Metode ……………………………………………………... 25
Hasil dan Pembahasan ………………………………………………… 29
Kesimpulan ……………………………………………………………. 68
PEMANFAATAN TUMBUHAN LIAR EDIBEL DAN PELESTARIAN
LINGKUNGAN OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR KAWASAN
HUTAN GUNUNG SALAK ………………………………………………….. 69
Abstrak……………………... …………………………………………. 69
Abstract …………..…………………………………………….…….. 69
Pendahuluan …………………………………………………….. …… 70
Bahan dan Metode ……………………………………………………... 71
Hasil dan Pembahasan ………………………………………………… 78
Kesimpulan ……………………………………………………………. 91
Description:ditanam di sekitar pemukiman orang-orang Dani di Lembah Baliem Irian Jaya Etnobotani, Pandangan Baru bagi Pakar Botani dan Antropologi.